Penyusunan sistem informasi desa tertinggal kabupaten Boyolali
Andika Kusuma Nugraha, Dr. Muhammad Baiquni, M.A.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSistem Informasi mengenai desa-desa tertinggal belum banyak tersedia bahkan dikalangan pemerintah sekalipun. Dengan penelitian ini dan tersusunnya Sistem Informasi Desa Tertinggal (SIDaTa) Kabupaten Boyolali maka diharapkan pengelolaan basisdata dan penyajian informasi mengenai desa-desa tertinggal di Kabupaten Boyolali dapat lebih mendalami akar-akar permasalahan dari kemiskinan dan merupakan suatu alat yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan yang cepat, akurat dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi pola distribusi desa-desa tertinggal Kabupaten Boyolali dan potensinya secara Komprehensif (menyeluruh). (2) Menyusun Sistem Informasi desa-desa tertinggal Kabupaten Boyolali. (3) Menyusun strategi yang tepat dalam pengembangan desa-desa khususnya desa tertinggal Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian analisa data sekunder, berupa peta dan data statistik (angka) yang kemudian diolah dan dianalisa dengan cara pemberian skor (skoring) untuk tiap-tiap variabel. Hasil analisis skoring dicluster untuk diklasifikasikan menjadi kelompok-kelompok ketertinggalan yang digunakan untuk identifikasi desa tertinggal. Hasil penelitian ini berupa (1) Identifikasi Desa-desa tertinggal di seluruh Kabupaten Boyolali beserta pola distribusinya yang disajikan ke dalam bentuk peta-peta tematik. (2) Sistem Informasi Desa Tertinggal (SIDaTa) Kabupaten Boyolali yang berbasis web dan (3) Alternatif strategi pengembangan desa-desa di Kabupaten Boyolali. Kesimpulan yang bisa diambil dalam penelitian ini (1) Pola distribusi spasial desa-desa tertinggal sebagian besar mengarah pada lokasi yang jauh dari pusat pertumbuhan. (2) Identifikasi desa tertinggal yang digunakan untuk menyusun sistem informasi berbasis web, mudah digunakan oleh siapapun dan dapat digunakan sebagai alat untuk pendukung dalam pengambilan keputusan. (3) Alternatif pengembangan desa tertinggal dapat lebih tepat sasaran dengan mengacu pada sistem infomasi desa-desa tertinggal, yang dibedakan berdasarkan kondisi maju, cukup maju atau tertinggal untuk tiap-tiap aspek. Yang secara umum adalah membangun akses yang lebih baik, mengembangkan pusat-pusat kegiatan baru dan sarana prasarana fisik yang kurang, pemberdayaan potensi desa serta pemantauan intensif desa-desa rawan bencana.
-
Kata Kunci : sistem informasi, website, kemiskinan, desa tertinggal,Boyolali,Jawa Tengah