Ragam persepsi masyarakat pra keluarga sejahtera terhadap indikator kesejahteraan di kabupaten Lombok Tengah NTB dan di kabupaten Sleman D.I.Yogyakarta
Ahmad Syalabi Mujahid, Drs. Agus Sutanto, M.Sc.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHIndikator kesejahteraan memiliki arti penting untuk mengetahui hasil atau dampak pembangunan. Telah banyak indikator kesejahteraan yang disusun untuk tujuan tersebut. Salah satunya adalah indikator kesejahteraan BKKBN. Indikator kesejahteraan BKKBN dan beberapa indikator kesejahteraan berskala nasional lainnya cenderung bersemangat global. Dalam beberapa hal indikator tersebut dianggap tidak sensitif terhadap lokalitas dan tidak peka terhadap keragaman kondisi masyarakat di berbagai daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecerahan persepsi masyarakat Pra Keluarga Sejahtera dalam menilai indikator kesejahteraan BKKBN dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi tersebut. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat perhitungan terhadap skor persepsi responden, analisis komparatif dengan membandingkan skor persepsi responden di dua daerah berbeda, dan analisis asosiatif dengan menghubungkan skor persepsi dengan faktor sosio-demografi responden. Persepsi masyarakat terhadap indikator kesejahteraan BKKBN di Lombok Tengah dan Sleman berbeda secara signifikan. Persepsi masyarakat di Lombok Tengah berhubungan secara signifikan dengan pengalaman dalam program pengentasan kemiskinan sementara di Sleman, persepsi masyarakat berhubungan secara signifikan dengan tingkat pendidikan. Secara keseluruhan di dua daerah tersebut, persepsi terbukti berhubungan secara signifikan dengan faktor tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, dan pengalaman dalam program pengentasaan kemiskinan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat akan berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya setempat. Perbedaan tersebut seharusnya dijadikan pedoman masing-masing daerah untuk bisa merumuskan indikator kesejahteraan yang tepat dan sesuai dengan kondisi riil di masing-masing daerah.
-
Kata Kunci : Kesejahteraan,Persepsi masyarakat,Pra keluarga sejahtera,Lombok Tengah,Nusa Tenggara Barat,NTB,Sleman,DIY