Kerusakan bangunan di pantai Petanahan Kebumen Jawa Tengah akibat tsunami 17 Juli 2006
Ahmad Mahmud Shidqi, Dr. Sunarto, M.S.; Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPada 17 Juli 2006, tsunami menghantam pesisir Selatan Jawa, Indonesia. Tsunami terjadi akibat gempa tektonik yang berada 9,46° LS, 107,19° BT, dengan hiposentrum 33 km di bawah dasar laut laut, dan magnitudo gempa 6,8 SR (BMG). Penelitian dilakukan di kawasan Pantai Petanahan yang terkena dampak tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kerusakan bangunan yang terjadi di daerah pantai dan pesisir Petanahan Kabupaten Kebumen akibat peristiwa tsunami pada 17 Juli 2006. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan sensus. Setiap bangunan yang rusak di Pantai Petanahan dilakukan identifikasi skala kerusakannya dan titik koordinatnya. Selain itu data yang dikumpulkan adalah hasil wawancara penduduk dan akses internet. Pertanyaan wawancara yang diajukan meliputi kronologi tsunami, sifat-sifat tsunami, karakteristik bangunan yang rusak, dan kerugian materi yang diderita akibat tsunami 17 Juli 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bangunan di Pantai Petanahan mengalami kerusakan. Kerusakan bangunan di Pantai Petanahan dapat dibangi menjadi tiga macam, yaitu skala kerusakan berat, skala kerusakan sedang, dan skala kerusakan ringan. Pada umumnya skala kerusakan berat terletak dekat dengan garis pantai memanjang sejajar garis pantai. Luas area kerusakan bangunan dengan skala berat mencapai 10.461 m² dengan jumlah bangunan yang rusak sebanyak 23 bangunan sampai dengan jarak 49,05 m tegak lurus dari garis pantai. Wilayah yang termasuk kedalam kategori kerusakan sedang membentang dari jarak 49,05 m sampai dengan 102,38 m, ditandai dengan sebagian tembok yang terbuat dari batu bata mengalami kerusakan dengan jumlah bangunan yang rusak sebesar 16 dan dan total area kerusakan mencapai 10.941,662 m². Wilayah yang termasuk kedalam kategori kerusakan ringan membentang dari jarak 102,38 m sampai dengan 123,4 m, luas area kerusakan bangunan dengan skala ringan mencapai 2.458,932 m² dengan jumlah bangunan yang rusak sebanyak 4 bangunan. Total kerugian materi dari tiap skala kerusakan mencapai Rp.76.000.000,-. Sebagian besar kerugian materi banyak berasal dari pedagang yang kehilangan warung dan barang dagangannya, dengan kerugian tiap warung sekitar Rp.2.000.000,-
-
Kata Kunci : tsunami, kerusakan bangunan, Petanahan,Kebumen,Jawa Tengah