Laporkan Masalah

Kiai dan kekuasaan :: STudi peran dan strategi politik Kiai di Kabupaten Kebumen

PAMBUDI, R. Agung, Dra. Ratnawati, SU

2004 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran politik kiai dan kepiawaiannya menggunakan strategi secara institusional dan individual dalam merespon fenomena politik di Kabupaten Kebumen. Peran politik kiai adalah muara dari strategi yang dipilih kiai. Strategi tersebut diaktualisasikan dalam peran individual dan institusionalnya. Pilihan strategi dilihat dari relasi sosialnya yang dapat dilacak dari model kiai, basis kekuasaan dan pola relasi dengan umat dan pusat kekuasaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menekankan pada upaya pengungkapan fakta guna memberikan gambaran secara obyektif tentang keadaan yang sebenarnya. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah antropologis. Pendekatan ini digunakan agar penulis memperoleh gambaran yang sesungguhnya terjadi dari sudut pandang kiai itu sendiri. Data diperoleh dengan mengunakan metode observasi partisipan, wawancara yang mendalam dengan sumber yang berkompeten dan juga studi kepustakaan. Penelitian ini memfokuskan pembahasan peran politik kiai dalam dua periode, yaitu awal kemerdekaan Republik Indonesia dan periode kontemporer yaitu akhir Orde Baru pasca Khittah NU hingga pemilu 2004. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, peran politik kiai di Kabupaten Kebumen telah mengalami pasang surut. Periode awal kemerdekaan, kiai mengaktualisasikan strateginya dengan mendirikan laskar perang Angkatan Umat Islam (AUI). Ideologi jihad yang dibangun secara simultan dengan kharisma Kiai Somalangu telah memberikan kemenangan dalam setiap pertempuran mengusir kolonialisme Belanda. Ketika situasi negara telah berubah, dan adanya kebijakan rasionalisasi, AUI justru bersifat konfrontatif dengan pemerintah. Kegagalan menyesuaikan strateginya, berakibat AUI berhasil ditumpas oleh Angkatan Perang Indonesia Serikat (APRIS). Kiai juga mengaktualisasikan peran politiknya melalui partai politik. Periode ini, orientasi politik kiai lebih bersifat praktis dan tidak diikuti kemampuan mengembangkan wawasan strategis jangka panjang. Sehingga ketika terjadi perubahan politik negara, kiai kurang mampu menyesuaikan diri. Bahkan dalam banyak hal, politik kiai lebih menonjolkan kepentingan perorangan dan kelompoknya sendiri. Akibatnya, kekuatan politik kiai secara institusional terasa mandul dan lebih bersifat partisan. Lebih buruk lagi, kekuatan politik kiai hanya dimanfaatkan oleh elite politik sebagai vote getter.

Goal of my research is studying the political role of kiai and analyzing their capabilities to employ institution and personal strategies responding political movements, especially in Kebumen. As a result of their strategy, kiai role as political leaders, in both personal and institution. This hypothesis can be viewed from many aspects: social relation of kiai, basis of power and relational between center of power with their followers Writer employ descriptive analysis methodology, in order to analyze data and disclose fact objectively from the angle of kiai themselves. Source of data come from different types of resources, observation of sample participants, in dept interview and literature studies. Main focus of this research is studying the political role of s during 2 (two) periods, in the beginning of independence period and modern period which is indicated with the regime of Post of NU Khittah until general election of 2004. Based on our research, the political role of kiai in Kebumen is fluctuate. During the beginning of independence period, kiai actualized their role by establishing Islamic revolutionary society, named Angkatan Umat Islam–AUI, confronting colonial regime. Kiai Somalangu, the charismatic of Kiai, employed a Jihad ideology which is developed simultaneously to win most all of their battle against colonial. The regime changed from Colonial to Indonesian Government, and they rationalized the military department AUI failed to maintain their role, since they confronted the later regime, rather than they changed their position to help the new government. Finally, they can be ruined by Angkatan Perang Indonesia Serikat (APRIS). The Kiai actualized their political role in political party. Most of their role on the party is very practical. They have no capabilities and knowledge to develop long term mission and strategic objectives. In addition, they are not flexible and in many cases political of kiai is tend to selfish, focusing on their personal or group interest. Therefore, when the political regime changes, they are not ready and have no capabilities to adjust themselves. As a result, political kiai is unhelpful and role as political participant only. Outrageously, political kiai is quite often to be used by political elites as a vote getter for their interest.

Kata Kunci : Politik,Peran Kiai,Strategi, Strategy, and Political role


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.