Analisis Strategi Pertumbuhan Bisnis PT Industri Kereta Api (Persero)
Roppiq Lutzfi Azhar, Prof. Amin Wibowo, S.E., M.B.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pertumbuhan bisnis PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA guna meningkatkan keunggulan kompetitif dan profitabilitas perusahaan di tengah dinamika lingkungan bisnis nasional dan global. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kebutuhan akan transportasi publik berbasis rel, yang membuka peluang pertumbuhan bagi industri perkeretaapian. Sebagai produsen kereta api terbesar di Asia Tenggara, PT INKA menghadapi berbagai tantangan internal, seperti penurunan profitabilitas, keterbatasan teknologi, dan ketergantungan pada proyek pemerintah. Sementara itu, dari sisi eksternal, perusahaan dihadapkan pada persaingan global, ketidakstabilan ekonomi, dan gangguan rantai pasok akibat ketidakpastian geopolitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis faktor internal dan eksternal melalui kerangka Resource-Based View (RBV), analisis rantai nilai, VRIO, PESTLE, dan Porter’s Five Forces. Hasil analisis kemudian dituangkan dalam Matriks IFE, EFE, IE, serta dilanjutkan dengan analisis SWOT dan QSPM untuk merumuskan dan mengevaluasi alternatif strategi pertumbuhan bisnis perusahaan. Berdasarkan Matriks IFE dan EFE, posisi PT INKA berada pada kuadran II (grow and build), yang menunjukkan perlunya strategi agresif untuk memperkuat kekuatan internal dan merespons peluang eksternal. Melalui analisis SWOT, diidentifikasi sepuluh alternatif strategi yang difokuskan pada kombinasi strategi SO (strength-opportunities) dan WT (weaknesses-threats). Seluruh strategi tersebut kemudian dievaluasi menggunakan metode QSPM guna menentukan prioritas berdasarkan tingkat daya tarik relatifnya. Dari hasil evaluasi, lima strategi utama yang adalah: (1) Penguatan rantai pasok dalam negeri dan pengembangan ekosistem perkeretaapian nasional; (2) Efisiensi keuangan dan optimalisasi operasional; (3) Aliansi teknologi global untuk penguasaan teknologi dan inovasi produk; (4) Diversifikasi pasar dan peningkatan daya saing global; (5) Peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dan kualitas produksi. Kelima strategi ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara bertahap dan terintegrasi, sesuai dengan prioritas dan kapasitas internal perusahaan. Diharapkan, strategi ini dapat mendorong pertumbuhan bisnis PT INKA secara berkelanjutan, memperkuat posisi kompetitif di pasar global, dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.
This study aims to analyze the business growth strategy of PT Industri Kereta Api (Persero), or PT INKA, to enhance the company’s competitive advantage and profitability amidst the dynamic national and global business environment. The research is driven by the increasing demand for rail-based public transportation, which presents significant growth opportunities for the railway industry. As the largest railway manufacturer in Southeast Asia, PT INKA faces a range of internal challenges, including declining profitability, technological limitations, and dependence on government projects. Externally, the company contends with global competition, economic instability, and supply chain disruptions due to geopolitical uncertainties. The study employs a qualitative descriptive approach by analyzing internal and external factors using the frameworks of the Resource-Based View (RBV), value chain analysis, VRIO, PESTLE, and Porter’s Five Forces. The findings are synthesized into the IFE, EFE, and IE matrices, followed by SWOT and QSPM analyses to formulate and evaluate alternative business growth strategies. Based on the IFE and EFE matrices, PT INKA is positioned in Quadrant II (Grow and Build), indicating the need for an aggressive strategy to strengthen internal capabilities and seize external opportunities. The SWOT analysis identified ten alternative strategies, focusing on a combination of strength-opportunities (SO) and weaknesses-threats (WT) strategies. These strategies were then assessed using the QSPM method to determine priorities based on their relative attractiveness. The top five prioritized strategies are: (1) Strengthening the domestic supply chain and developing a national railway ecosystem; (2) Improving financial efficiency and optimizing operations; (3) Developing global technology alliances to accelerate technology acquisition and product innovation; (4) Diversifying markets and enhancing global competitiveness; (5) Enhancing human resource capabilities and improving production quality. These five strategies are recommended to be implemented gradually and in an integrated manner, based on priority and the company’s internal capacity. It is expected that this strategic direction will support PT INKA’s sustainable business growth, reinforce its competitive position in the global market, and improve long-term profitability.
Kata Kunci : PT INKA, industri perkeretaapian, strategi pertumbuhan, Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, analisis SWOT, Matriks QSPM