ANALISIS PENGARUH KEMISKINAN, INVESTASI, KEPADATAN PENDUDUK, PENDAPATAN ASLI DAERAH, DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PDRB PER KAPITA DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI DIY TAHUN 2014-2024: METODE TWO STAGE LEAST SQUARE DAN PENGUJIAN HIPOTESIS KUZNETS
Teresa Maitridani, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D ; Dr. R.Y. Kun Haribowo P, M.Si ; Amesta Kartika Ramadhani, S.T., M.P.W.K ; Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D.
2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Ketimpangan pendapatan merupakan suatu permasalahan besar yang dihadapi oleh Indonesia, termasuk DIY. Permasalahan ini menjadi dua fenomena yang saling terkait dan dapat membentuk lingkaran setan. Ketika PDRB perkapita naik, angka ketimpangan pendapatan seharusnya berkurang. Namun, realitanya di DIY menunjukkan fenomena yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan timbal balik antara PDRB per kapita dan ketimpangan pendapatan di 5 kabupaten/kota di Provinsi DIY, dengan menggunakan metode Two Stage Least Square (2SLS). Untuk mengestimasi model persamaan simultan, penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun 2014 sampai 2024. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, ditemukan hubungan secara linear dan nonlinear antara variabel PDRB per kapita dan ketimpangan pendapatan. Hasil estimasi parameter pada model simultan persamaan PDRB per kapita menunjukkan bahwa variabel investasi, kemiskinan dan PAD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB per kapita. Variabel IPM berpengaruh positif signifikan terhadap PDRB per kapita, sedangkan ketimpangan pendapatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat PDRB per kapita. Pada model simultan persamaan ketimpangan pendapatan menunjukkan bahwa variabel PAD dan kepadatan penduduk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat ketimpangan pendapatan. IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat ketimpangan pendapatan, sedangkan PDRB per kapita berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat ketimpangan pendapatan. Dengan demikian, ketimpangan pendapatan tidak berpengaruh terhadap PDRB per kapita dan PDRB per kapita tidak berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan. Kurva hubungan antara angka ketimpangan pendapatan dengan PDRB per kapita menunjukkan bahwa hubungan antara PDRB per kapita dan ketimpangan pendapatan berpengaruh secara non-linear, kurva berbentuk U-terbalik dan dapat membuktikan hipotesis Kuznets.
Income inequality is a major issue faced by Indonesia, including the Special Region of Yogyakarta (DIY). This problem represents two interrelated phenomena that can form a vicious cycle. Ideally, when GRDP per capita increases, income inequality should decrease. However, the reality in DIY shows a different pattern. This study aims to analyze the reciprocal relationship between GRDP per capita and income inequality across five regencies/cities in the Province of DIY using the Two Stage Least Squares (2SLS) method. To estimate the simultaneous equations model, this study uses secondary data sourced from official publications of Statistics Indonesia (BPS) for the years 2014 to 2024. Based on the estimation results, no significant relationship was found between GRDP per capita and income inequality. The estimation of the GRDP per capita equation shows that investment, poverty, and locally-generated revenue (PAD) have a negative and significant effect on GRDP per capita. Meanwhile, the Human Development Index (HDI) has a positive and significant effect, and income inequality has a negative but insignificant effect on GRDP per capita. In the income inequality equation, PAD and population density have a negative and significant effect on the level of inequality. The HDI has a positive and significant effect, while GRDP per capita has a positive but insignificant effect on income inequality. Thus, it can be concluded that income inequality does not affect GRDP per capita, and GRDP per capita does not affect income inequality. The curve illustrating the relationship between income inequality and GRDP per capita further supports this finding, indicating no significant mutual influence between the two variables.
Kata Kunci : Ketimpangan Pendapatan, PDRB per kapita, Metode TSLS, dan Model Persamaan Simultan