Laporkan Masalah

Kajian prospek tingkat swasembada beras di kabupaten Sleman

Arry Pratama Noor Ramadhan, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.

2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Sleman merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi pertanian yang sangat baik terutama tanaman padi. Tidak salah apabila Kabupaten Sleman sebagai salah satu lumbung padi di provinsi ini pada khsususnya dan di Indonesia pada umunya. Kedekatan Kabupaten Sleman dengan kota-kota besar di sekitar Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengakibatkan perkembangan kota-kota yang ada di sekitarnya mengarah ke kabupaten ini. Akibatnya jumlah penduduk yang menetap di kabupaten ini makin meningkat, penggunaan lahan nonpertanian juga meningkat. Dampaknya luas lahan pertanian khususnya tanaman padi makin berkurang di kabupaten ini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dinamika, persebaran ruang, serta faktor pengaruh tingkat swasembada beras di Kabupaten Sleman selama 10 tahun (1991-2001) dan prospek ke depannya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data sekunder. Pengolahan data dilakukan dengan cara membuat perhitungan rumus, analisis statistik korelasi dan regresi hasil pengolahan data pertanian padi, analisis regresi kurva, analisis one way annova, analisis deskriptif serta peta hasil pengolahan data Kabupaten Sleman tahun 1991-2001. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat swasembada beras di Kabupaten Sleman kurun waktu tahun 1991-2001 secara umum menunjukkan keadaan optimal surplus, hal ini ditunjukkan dengan angka indeks tingkat swasembada beras lebih dari 1 (surplus) sedangkan berdasarkan hasil perhitungan rumus perkembangan tingkat swasembada beras di Kabupaten Sleman berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan garis menurun yang berarti menunjukkan tren tingkat swasembada beras di Sleman menurun. Secara variasi ruang dan dinamikanya tingkat swasembada beras di Kabupaten Sleman sangat beragam di masing-masing kecamatan di kabupaten ini ada yang surplus dan tidak surplus tapi secara antar zona tidak ada perbedaan. Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat swasembada beras adalah jumlah penduduk, luas sawah, produksi beras dan serangan hama.

-

Kata Kunci : Swasembada beras,Sleman,DIY

  1. S1-2005-122567-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-122567-Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-122567-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-122567-Title.pdf