Perencanaan Distribusi Pupuk Npk Phonska Dengan Mempertimbangkan Ketidaksesuaian Suplai Dan Kebutuhan Di Jawa Tengah Menggunakan Multi Criteria Decision Making
Fajar Primazona Amdarso, Ir. Wangi Pandan Sari, S.T., M.Sc., Ph.D. ; Dr. Ir. Nugroho Dewayanto, S.T., M.Eng.
2025 | Tesis | S2 Magister Teknik Sistem
Sektor pertanian merupakan pilar
utama dalam perekonomian Indonesia dengan menyerap tenaga kerja terbesar secara
nasional. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah menyediakan
pupuk bersubsidi, termasuk pupuk NPK Phonska. Namun, distribusi pupuk
bersubsidi kerap menghadapi kendala ketidaksesuaian antara suplai dan
kebutuhan, serta perubahan regulasi yang memengaruhi mekanisme perencanaan.
Penelitian ini mengusulkan suatu
kerangka terintegrasi dalam perencanaan distribusi pupuk NPK Phonska bersubsidi
di Provinsi Jawa Tengah dengan menggabungkan metode peramalan deret waktu dan
analisis pengambilan keputusan multikriteria. Kebutuhan diramalkan menggunakan
model Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) berdasarkan
data penjualan tahun 2019 hingga 2023 pada 29 wilayah penjualan. Pendekatan
hybrid Multi-Criteria Decision Making (MCDM) digunakan untuk mengklasifikasikan
wilayah menjadi prioritas dan non-prioritas, yang kemudian menjadi dasar dalam
perencanaan distribusi.
Model SARIMA menunjukkan tingkat
akurasi prediksi yang "dapat diterima" atau lebih baik pada 93%
wilayah. Hasil analisis MCDM mengidentifikasi tujuh wilayah prioritas, yaitu
A4, A5, A7, A9, A17, A22, dan A24. Wilayah-wilayah tersebut menerima alokasi
distribusi berdasarkan hasil peramalan kebutuhan, sementara wilayah
non-prioritas dialokasikan menggunakan pendekatan penjatahan persediaan. Model
yang diusulkan mendukung perencanaan distribusi yang berbasis data dan adaptif
terhadap perubahan kebijakan, serta memberikan kontribusi sebagai sistem
pendukung keputusan dalam mengatasi ketidakseimbangan suplai pupuk bersubsidi.
The agricultural sector is a
cornerstone of Indonesia’s economy, employing the largest share of the national
workforce. To enhance agricultural productivity, the government provides
subsidized fertilizers, including NPK Phonska. However, the distribution of
these fertilizers is often hindered by mismatches between supply and demand,
compounded by evolving regulatory frameworks.
This study proposes an integrated
framework for planning the distribution of subsidized NPK Phonska fertilizer in
Central Java by incorporating time-series forecasting and multi-criteria
decision analysis. Demand was forecasted using the Seasonal Autoregressive
Integrated Moving Average (SARIMA) model based on sales data from 2019 to
2023 across 29 sales regions. A hybrid Multi-Criteria Decision Making
(MCDM) approach was employed to classify regions into priority and non-priority
categories, which were then used to guide distribution planning.
The SARIMA models yielded
acceptable or better predictive accuracy in 93% of the regions. The MCDM
results identified seven regions (A4, A5, A7, A9, A17, A22, and A24) as
distribution priorities. These regions received allocation based on forecasted
demand, while others were assigned inventory using a rationing approach. The
proposed model supports data-driven and regulation-aware distribution planning,
offering a practical decision support system for managing fertilizer supply
imbalances in a constrained and dynamic policy environment.
Kata Kunci : Distribusi Pupuk Bersubsidi, Manajemen Rantai Pasok, Penjatahan Persediaan, Peramalan Permintaan Musiman (SARIMA), Multi Criteria Decision Making (BWM-WPM)