Laporkan Masalah

Studi Kasus: Resiliensi Pengasuhan Pada Keluarga Manusia Gerobak

Sri Rahmita, Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Psikologi

Keluarga tunawisma urban yang hidup di jalanan dan menggunakan gerobak sebagai tempat tinggal menghadapi tantangan pengasuhan dalam kondisi sosial dan ekonomi yang sangat terbatas. Namun, sejumlah keluarga tetap mampu menjalankan fungsi pengasuhan secara aktif dan penuh makna, menunjukkan bentuk resiliensi yang layak dikaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika resiliensi pengasuhan dalam konteks keluarga manusia gerobak, yaitu keluarga tunawisma urban yang hidup berpindah dan menjadikan gerobak sebagai tempat tinggal utama di tengah kemiskinan ekstrem. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari dua keluarga manusia gerobak di wilayah Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi artefak, dan guided photovoice sederhana. Analisis dilakukan secara tematik dengan teknik codebook untuk mengidentifikasi pola resiliensi pengasuhan. Hasil penelitian menemukan lima tema utama: (1) gerobak sebagai ruang asuh; (2) strategi bertahan orang tua; (3) didikan tapak jalan; (4) relasi dan solidaritas sosial; serta (5) “minggir” sebagai harapan untuk keluar dari kehidupan jalanan. Temuan ini menunjukkan bahwa keluarga manusia gerobak mampu menciptakan praktik pengasuhan yang adaptif, protektif, dan berorientasi masa depan, meskipun hidup dalam kondisi ekstrem. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan intervensi sosial yang kontekstual dan berpihak pada keluarga marginal di perkotaan.


Urban homeless families living on the streets and using carts (gerobak) as their primary shelter face significant parenting challenges in highly constrained social and economic conditions. Nevertheless, some families manage to fulfill parenting roles actively and meaningfully, demonstrating a form of resilience that merits deeper exploration. This study aims to understand the dynamics of parenting resilience among gerobak families—urban homeless families who live nomadically and use carts as their main living space amidst extreme poverty. A qualitative case study design was employed. Participants consisted of two gerobak families residing in Jakarta. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, artifact documentation, and a simple guided photovoice method. Thematic analysis using a codebook approach was conducted to identify patterns of parenting resilience. The findings reveal five central themes: (1) the cart as a caregiving space; (2) parental coping strategies; (3) street-based contextual learning; (4) relational and social solidarity; and (5) the aspiration to “step out” (minggir) of street life. These findings suggest that gerobak families are capable of developing adaptive, protective, and future-oriented parenting practices despite their precarious living conditions. This study offers valuable insights for designing contextualized social interventions that support marginalized urban families.


Kata Kunci : Resiliensi pengasuhan, manusia gerobak, keluarga tunawisma, studi kasus.

  1. S2-2025-510178-abstract.pdf  
  2. S2-2025-510178-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-510178-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-510178-title.pdf