Laporkan Masalah

Eksklusif/Inklusif Manajemen Talenta Sektor Publik: Studi Kasus Implementasi Manajemen Talenta di Kementerian Keuangan

Muhammad Ishak, Ely Susanto, S.IP., MBA., Ph.D

2025 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Manajemen Talenta (MT) dinilai sebagai sebuah sistem yang efektif dimana tidak hanya memastikan dapat mengumpulkan dan mendapatkan kandidat pegawai terbaik, tetapi juga mengelola pegawai tersebut untuk berkinerja dan memberikan manfaat optimal bagi organisasi. Dalam menjalankan program MT, dikenal dua pendekatan umum yang biasa digunakan, Ekslusif Manajemen Talenta (EMT) dan Inklusif Manajemen Talenta (IMT).

Beberapa studi global telah mengkaji penggunaan pendekatan EMT dan IMT dalam sektor publik. Hasilnya menyatakan bahwa pendekatan EMT kurang relevan dengan culture organisasi sektor publik yang mengedepankan prinsip kolektivitas, nilai-nilai publik, dan aturan terkait birokrasi.

Penelitian ini mengkaji implementasi Manajemen Talenta (MT) di sektor publik, khususnya melalui studi kasus di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Indonesia, Serta bertujuan untuk menganalisis pendekatan yang digunakan dalam MT-eksklusif, inklusif, atau model bauran- dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya.

Dengan menggunakan metodologi kualitatif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para informan kunci yang terlibat dalam proses MT, termasuk pengelola MT dan pegawai yang teridentifikasi sebagai Talent. Temuan menunjukkan bahwa Kemenkeu menggunakan pendekatan bauran untuk MT, terutama condong ke arah praktik-praktik eksklusif, namun tetap mempertimbangkan konsep pengembangan talenta.

Faktor-faktor yang mendukung implementasi ini termasuk komitmen kepemimpinan yang kuat, kerangka kerja peraturan yang jelas, dan budaya organisasi yang kuat. Namun, tantangan seperti komitmen karyawan, resistensi terhadap perubahan, dan terbatasnya ketersediaan posisi target menghambat efektivitas MT. Studi ini berkontribusi pada pemahaman tentang MT di sektor publik dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan penerapannya, memastikan keadilan, dan mendorong lingkungan yang lebih inklusif bagi semua karyawan.

Talent Management (MT) is considered as an effective system that not only ensures to gather and acquire the best employee candidates, but also manages these employees to perform and provide optimal benefits to the organization. In running an MT program, two general approaches are commonly used. Exclusive Talent Management (EMT) and Inclusive Talent Management (IMT).

Several global studies have examined the use of ETM and ITM approaches in the public sector. The results state that the ETM approach is less relevant to the culture of public sector organizations that emphasize the principles of collectivity, public values, and rules related to bureaucracy.

This thesis examines the implementation of Talent Management (TM) in the public sector, specifically through a case study of the Ministry of Finance (Kemenkeu) in Indonesia. The research aims to analyze the approaches used in TM—exclusive, inclusive, or a hybrid model—and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. 

Utilizing a qualitative methodology with a case study approach, data was collected through in-depth interviews with key informants involved in the TM process, including TM managers and talented employees. The findings reveal that Kemenkeu employs a hybrid approach to TM, predominantly leaning towards exclusive practices, which has implications for employee engagement and perceptions of fairness. 

Factors supporting the implementation include strong leadership commitment, clear regulatory frameworks, and a robust organizational culture. However, challenges such as employee commitment, resistance to change, and limited availability of target positions hinder the effectiveness of TM. The study contributes to the understanding of TM in the public sector and offers recommendations for enhancing its implementation, ensuring fairness, and fostering a more inclusive environment for all employees.

Kata Kunci : Manajemen Talenta, Sektor Publik, Eksklusif, Inklusif, Kemenkeu

  1. S2-2025-511833-abstract.pdf  
  2. S2-2025-511833-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-511833-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-511833-title.pdf