Gambaran Klinis Penderita Demam Tifoid Di bagian Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta (Januari 1995-Desember 1996)
Nurhidayati, dr. Nenny Sri mulyani, DSA ; Dra. Sri Sumarni, DAP&E.SU
1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERANDemam tifoid di Indonesia masih merupakan penyakit endemik dan merupakan problematika kesehatan. Dari hasil penelitian di daerah daerah menunjukkan perbedaan, bukan hanya insidensi dan polanya saja tapi juga gambaran klinisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis penderita demam tifoid di bagian anak RSUP Dr. Sardjito antara tahun 1995 sampai 1996. Subjek penelitian ini adalah semua penderita dengan diagnosis klinis demam tifoid yang dirawat inap di RSUP Dr. Sardjito dalam periode Januari 1995 sampai Desember 1996. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif, dengan mengambil data sekunder pada status penderita di bagian catatan medik RSUP Dr. Sardjito. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel untuk mengetahui pola dan gambaran klinis tentang umur, insidensi, lama perawatan, gambaran klinis, hasil pemeriksaan laboratoris serta komplikasinya. Selanjutnya hasil penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Data yang diperoleh dari catatan medik RSUP Dr. Sardjito selama 2 tahun yaitu dari bulan januari 1995 sampai Desember 1996 terdapat 105 pasien penderita demam tifoid, dengan umur antara 9 bulan sampai 14 tahun. Insidensi pada laki-laki lebih banyak dari perempuan. Kejadian tertinggi pada bulan Mei dan Desember. Terbanyak pada musim panas (53,3%). Gejala klinis yang ditemukan terbanyak demam (100%), lidah kotor (78,1%), hepatomegali (41%), limfadenopati (29,5%). Keluhan terbanyak adalah anoreksia (59,1%), mual (52,3%), nyeri perut (50,5%), muntah (49,5%) dan obstipasi (47,6%). Tes widal menunjukkan yang mempunyai titer >/= 160 sebanyak 69,5% (titer 0) dan 41% (titer H). lama perawatan terbanyak antara 8-14 hari. Pemeriksaan kultur gall positif pada 26 pasien. Pemeriksaan darah 74,3% menunjukkan leukosit normal, trombosit 80,95% normal dan laju Enap Darah 58,1% mengalami kenaikan.
Kata Kunci : Demam tifoid, anak