PERAN INTELIGENSI DAN FUNGSI EKSEKUTIF TERHADAP BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SMA
Weni Safitri, Dr. rer. pol. Bhina Patria, M.A.
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Berpikir kritis merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran dan pengambilan keputusan. Namun, tingkat berpikir kritis siswa SMA di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran inteligensi dan fungsi eksekutif dalam memprediksi berpikir kritis siswa.Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa intelegensi dan fungsi eksekutif secara simultan tidak signifikan berperan terhadap berpikir kritis (p > 0,05). Analisis juga dilakukan terhadap kemampuan kognitif spesifik (narrow abilities) dalam AJT CogTest, yang menunjukkan memori kerja (Gwm) yang menunjukkan hubungan signifikan dengan berpikir kritis (r = 0,353; p = 0,012). Analisis demografis juga mengkonfirmasi tidak adanya perbedaan berpikir kritis berdasarkan jenis kelamin, usia, atau kelas, meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam skor intelegensi antara sekolah negeri dan swasta. Temuan ini menunjukkan bahwa inteligensi dan fungsi eksekutif bukan faktor utama berpikir kritis. Meski hubungan tidak signifikan, hasil ini mengindikasikan pentingnya intervensi yang mendukung kapasitas memori kerja guna mendukung penguatan berpikir kritis.
Critical thinking is an essential skill for learning and daily decision making. However, studies indicate that Indonesian high school students still demonstrate low levels of critical thinking. This study aims to examine the role of intelligence and executive function in predicting students’ critical thinking abilities. The results of multiple regression analysis showed that intelligence and executive function collectively were not correlated to critical thinking (p > 0.05). An additional analysis of specific cognitive abilities (narrow abilities) using the AJT CogTest revealed that only working memory (Gwm) had a statistically significant correlation with critical thinking (r = 0.353; p = 0.012). Demographic analysis also confirmed no significant differences in critical thinking ability based on gender, age, or grade level, although there were significant differences in intelligence scores between students from public and private schools. Although the relationship was not statistically significant, the findings indicate the importance of interventions that support working memory capacity to enhance critical thinking skills.
Kata Kunci : Berpikir Kritis, AJT CogTest, Berpikir Kritis, Fungsi Eksekutif, Inteligensi, Siswa SMA.