Laporkan Masalah

KARAKTER SITOLOGI DAN MORFOLOGI TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH DAN KOLKISIN

Arya Eka Pranata, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc. ; Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Agronomi

Tanaman bawang putih lokal memiliki umbi yang relatif kecil sehingga memerlukan upaya perbaikan karakteristik tanaman bawang putih dari segi ukuran. Pemuliaan tanaman bawang putih dengan menggunakan zat mutagen memberikan opsi yang menjanjikan dalam peningkatan keragaman genetik dalam memperbaiki karakter tanaman bawang putih dikarenakan sifatnya dapat diturunkan. pemanfaatan 2,4-D + BA serta kolkisin berperan dalam memicu variasi genetik dalam morfologi dan sitologi pada tanaman bawang putih. Variasi genetik yang dihasilkan akibat 2,4-D + BA dan kolkisin diharapkan memunculkan individu dengan sifat dan karakter yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik zat pengatur tumbuh 2,4-D dan BA serta kolkisin pada induksi keragaman sitologi dan morfologi umbi bawah dan umbi bulbil tanaman bawang putih. rancangan penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama berupa konsentrasi 2,4-D + BA dan kolkisin. Faktor kedua merupakan kombinasi jenis umbi yakni umbi bawah dan umbi bulbil pada dua varietas yaitu Sangga Sembalun dan Lumbu Putih. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi zat pengatur tumbuh 2,4-D + BA terbaik dalam induksi keragaman sitologi dari kerapatan stomata dan ukuran stomata serta morfologi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan bobot segar tajuk tanaman dengan jenis umbi terbaik adalah umbi bawah. menghasilkan nomor individu dengan jumlah 4 nomor individu pada varietas Sangga Sembalun dan Lumbu Putih.

Indonesian local garlic plants have relatively small bulbs, necessitating efforts to improve their size. Garlic plant breeding using mutagens offers a promising option for increasing genetic diversity and improving garlic plant characteristics because these traits are heritable. The use of 2,4-D + BA and colchicine plays a role in triggering genetic variation in morphology and cytology in garlic plants. Genetic variation resulting from 2,4-D + BA and colchicine is expected to produce individuals with superior traits and characteristics. This study aims to obtain the best concentration of plant growth regulators 2,4-D and BA and colchicine in inducing cytological and morphological diversity in ground bulbs and bulbils of garlic plants. This study was designed in a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor was the concentration of 2,4-D + BA and colchicine. The second factor was a combination of bulb types, namely ground bulbs and bulbils, in two varieties, namely Sangga Sembalun and Lumbu Putih. The results of the study showed that the best concentration of 2,4-D + BA growth regulators in inducing cytological diversity of stomatal density and stomatal size as well as plant height morphology, number of leaves, leaf area and fresh weight of plant canopy with the best type of tuber being the lower tuber. producing individual numbers with a total of 4 individual numbers in the Sangga Sembalun and Lumbu Putih varieties.

Kata Kunci : Bawang putih, 2,4-D, BA, Kolkisin

  1. S2-2025-485599-abstract.pdf  
  2. S2-2025-485599-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-485599-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-485599-title.pdf