Laporkan Masalah

Deflasi pasir pada berbagai tipe gumuk pasir di Parangtritis

Aryani Aprilia, Drs. Sunarto, M.S.; Djati Mardiatno,S.Si., M.Si.

2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian tentang deflasi ini dilakukan di Kawasan Laboratorium Alam Gumuk Pasir, Parangtritis, pada bulan Agustus 2003. Deflasi merupakan pergerakan material debu dan pasir oleh aktivitas angin. Proses deflasi dibedakan menjadi 3 proses yaitu merayap, meloncat, dan melayang. Gumuk pasir yang diteliti terdiri atas beberapa tipe, yaitu tipe barchan, barchanoid, transversal aktif, transversal inaktif, dan nebkha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik material yang berupa ukuran butir, kebundaran, dan kebulatan pada tiap tipe gumuk pasir, mengetahui distribusi vertikal pasir yang bergerak dengan merayap, meloncat, dan melayang pada tiap tipe gumuk pasir, dan mengetahui besarnya deflasi pada tiap tipe gumuk pasir dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yang terdiri atas beberapa tahapan survei, yaitu; pengumpulan data, pemrosesan data, dan analisis data. Pemilihan lokasi sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tersebut adalah lokasi-lokasi keterdapatan tipe-tipe gumuk pasir dan jarak dari pantai. Penentuan besar deflasi dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan rumus dari Bagnold (1941), dan pengukuran di lapangan. Pengukuran di lapangan dilakukan dengan pemasangan sandtrap tipe Bagnold yang dimodifikasi dengan maksud untuk mengetahui distribusi vertikal pasir yang merayap, meloncat, dan melayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik material yang meliputi, ukuran butir pasir, kebundaran, dan kebulatan pada tiap tipe gumuk pasir berbeda karena adanya perbedaan lingkungan pengendapan dan jarak dari pantai. Distribusi vertikal butir pasir lebih banyak dipengaruhi oleh pasir yang bergerak secara merayap (84,81%) daripada pasir yang bergerak secara meloncat (15,17%), maupun melayang (0,02%). Deflasi pasir pada tiap tipe gumuk pasir berbeda, dengan tingkat deflasi terbesar adalah terjadi pada gumuk pasir barchanoid. Deflasi pasir pada gumuk pasir tipe barchan sebesar 233,5 gram/jam, pada tipe barchanoid sebesar 440,97 gram/jam, pada tipe transversal aktif sebesar 115,07 gram/jam, pada tipe transversal inaktif sebesar 41,36 gram/jam, dan pada tipe nebkha sebesar 170,06 gram/jam. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap deflasi adalah kecepatan angin, morfometri gumuk pasir (panjang, lebar, tinggi, sudut lereng depan, sudut lereng belakang), karakteristik fisik material gumuk pasir (ukuran butir pasir, kebundaran, dan kebulatan), kerapatan vegetasi, dan jarak dari pantai

-

Kata Kunci : deflasi, gumuk pasir, kecepatan angin, perangkap pasir, Bagnold,Kretek,Bantul,DIY

  1. S1-2003-130005-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-130005-Bibliography.pdf  
  3. S1-2003-130005-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-130005-Title.pdf