Laporkan Masalah

Kajian sebaran sedimen di teluk Panggandaran kab. Ciamis dengan menggunakan Penginderaan Jauh multitemporal dan SIG

Arif Rahmat Mulyana, Dr. Hartono, DESS.; Drs. Sudaryatno,M.Si.

2003 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini merupakan integrasi data penginderaan jauh dan SIG untuk kajian sebaran sedimen di daerah Teluk Pangandaran, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan transformasi hasil pemilihan secara visual dari Lemigas, Loupatty, dan Salam Tarigan untuk pembuatan kelas sebaran sedimen kualitatif menggunakan Citra Landsat TM. Sumber data utama penelitian berasal dari data digital citra Landsat TM perekaman tanggal 27 Oktober 1997 dan 10 juli 1997. Data lain yang digunakan adalah Peta Topografi tahun 1963 daerah Cilacap sampai Pangandaran dan peta batimetri buatan DISHIDROS AL tahun 1954. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sebaran sedimen dari musim yang berbeda. Kelas sebaran sedimen kualitatif tanggal 27 Oktober 1997 mewakili musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan (Peralihan II) sedangkan tanggal 10 Juli 1997 untuk mewakili musim kemarau. Hasil analisis didukung oleh data peta bentuklahan yang dihasilkan dari interpretasi digitasi layar komposit 321 Landsat TM tanggal 27 Oktober 1997, data sekunder terdiri dari data dinamika air laut, laju sedimentasi rata-rata dan perubahan garis pantai 1963-2001, dan hasil pengukuran lapangan untuk mendapatkan kedalaman perairan terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi yang memiliki kenampakan terbaik berasal dari metode Lemigas. Sebaran sedimen tanggal 27 Oktober 1997 dipengaruhi oleh pola arus dan angin dari arah tenggara, sedangkan tanggal 10 Juli 1997 dipengaruhi oleh pola arus dan angin dari timur. Arus susur pantai yang dibentuk oleh proses hempasan gelombang pada tanggal 27 Oktober 1997 dan 10 Juli 1997 bergerak kearah barat menuju Pantai Pangandaran meskipun dengan kekuatan energi yang berbeda. Angkutan sedimen didaerah hempasan gelombang dimusim peralihan II (Oktober) lebih kuat dari musim kemarau (Juli). Sebaran sedimen tidak hanya dipengaruhi ole proses yang terjadi di daerah pantai, tetapi juga oleh proses yang terjadi didaerah hulu. Banyak material terbawa oleh sungai dan dialirkan ke laut dan disebarkan atau diendapkan oleh arus, pasang surut, dan gelombang

-

Kata Kunci : Sebaran sedimen,penginderaan jauh,sistem informasi geografis,SIG,Ciamis,Pangandaran,Jawa Barat

  1. S1-2003-105778-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-105778-Bibliography.pdf  
  3. S1-2003-105778-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-105778-Title.pdf