HUBUNGAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK (RTHP) DENGAN TINGKAT SEBARAN KARBON MONOKSIDA DI KOTA YOGYAKARTA
Satwika Santa Widya Sista, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.; Prof. Dr. Luthfi Muta'ali, S.Si., M.T.
2025 | Tesis | S2 Geografi
Ruang Terbuka
Hijau Publik (RTHP) memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas udara perkotaan,
terutama dalam penyerapan gas polutan seperti karbon monoksida (CO). Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara distribusi dan karakteristik
RTHP dengan sebaran konsentrasi karbon monoksida di Kota Yogyakarta. Penelitian
dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan spasial menggunakan citra
penginderaan jauh yaitu citra Sentinel-2A untuk menghitung indeks vegetasi
(NDVI), serta pengukuran langsung konsentrasi karbon monoksida pada grid 1 km x
1 km di Kota Yogyakarta di tiga waktu yang berbeda, yaitu pagi, siang, dan sore
di weekday dan weekend.
Hasil
penelitian menunjukkan NDVI rata-rata di RTHP Kota Yogyakarta berkisar antara
0,12 sampai 0,46 yang sebagian besar tergolong di vegetasi rendah hingga
sedang. Wilayah dengan NDVI rendah
umumnya berada di pusat kota, sementara NDVI tinggi berada di wilayah
pinggiran. Analisis spasial menggunakan Getis Ord G* dan Bivariate Moran’s I
menunjukkan adanya hubungan spasial negatif yang signifikan antara kerapatan
vegetasi dan tingkat karbon monoksida. Area dengan vegetasi tinggi cenderung
memiliki konsentrasi karbon monoksida lebih rendah. Hasil ini mengindikasikan
bahwa vegetasi RTHP berperan dalam menurunkan kadar karbon monoksida di udara.
Penelitian
ini merekomendasikan perlunya optimalisasi fungsi ekologis RTHP di kawasan
dengan tingkat karbon monoksida tinggi dan NDVI rendah, serta menjaga dan
memperluas vegetasi di kawasan dengan NDVI tinggi. Temuan ini diharapkan dapat
menjadi dasar kebijakan dalam pengelolaam ruang terbuka hijau sebagai upaya
peningkatan kualitas udara di perkotaan. Rekomendasi kebijakan dalam penelitian
ini adalah perlunya penggunakaan transportasi umum berbasis elektonik dan juga
penambahan kegiatan Car Free Day di beberapa ruas jalan yang tinggi CO pada
weekend serta penerapan kebijakan infrastruktur hijau untuk daerah dengan NDVI
rendah.
Public green open spaces (RTHP)
play an important role in improving urban air quality, especially in absorbing
pollutant gases such as carbon monoxide (CO). This study aims to analyze the
relationship between the distribution and characteristics of RTHP and the
distribution of carbon monoxide concentrations in the city of Yogyakarta. The
study was conducted using a quantitative and spatial approach using remote
sensing imagery, namely Sentinel-2A imagery, to calculate the vegetation index
(NDVI), as well as direct measurements of carbon monoxide concentrations on a 1
km x 1 km grid in the city of Yogyakarta at three different times, namely
morning, afternoon, and evening on weekdays and weekends.
The results showed that the average NDVI in green spaces in Yogyakarta City ranged from 0.12 to 0.46, which was mostly classified as low to moderate vegetation. Areas with low NDVI were generally located in the city center, while high NDVI was found in suburban areas. Spatial analysis using Getis Ord G* and Bivariate Moran's I showed a significant negative spatial relationship between vegetation density and carbon monoxide levels. Areas with high vegetation tended to have lower carbon monoxide concentrations. These results indicate that RTHP vegetation plays a role in reducing carbon monoxide levels in the air.
This study recommends the need to optimize the
ecological function of green open spaces in areas with high carbon monoxide
levels and low NDVI, as well as maintaining and expanding vegetation in areas
with high NDVI. These findings are expected to form the basis of policy in the
management of green open spaces as an effort to improve air quality in urban
areas. The policy recommendations in this study are the need to use
electronic-based public transportation and also to add Car Free Day activities
on several roads with high CO levels on weekends, as well as the implementation
of green infrastructure policies for areas with low NDVI.
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau Publik, NDVI, Karbon Monoksida, Getis Ord G*, Bivariate Moran’s I, Kota Yogyakarta