Perbedaan Tingkat Stresor Psikososial dan Ketidakstabilan Emosi pada Pasien Bangsal Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito
Akmal Yadi, DR. dr. H. Soewadi. MPH. SpKJ
1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERANBerbagai peristiwa kehidupan dapat menjadi sumber stres bagi setiap individu. Pasien yang dirawat di rumah sakit tidak terlepas dari peristiwa diatas ditambah kondisi penyakit yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan tingkat stres dan tingkat kestabilan emosi pada pasien rawat inap bangsal penyakit dalam RSVP Dr. SARDTITO dan diharapkan dapat bermanfaat secara langsung atau tidak langsung bagi pihak terkait termasuk pasien itu sendiri. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis cross-sectional, data diambil secara langsung dengan memberikan satu, paket kuisioner pada pasien selanjutnya data dianalisis statistik dengan uji chi-square . Dari tiga 32 responden didapatkan hasil sebagai berikut. Tingkat stresor menurut skala Holmes (46,9%) pasien termasuk kelompok stres tinggi, (53,1%) termasuk kelompok stres rendah. Kestabilan emosi berdasarkan woodworths kuisioner (50%) pasien termasuk kategori emosi tidak stabil dan (50 %) pasien termasuk kategori emosi stabil sehingga dapat disimpulkan bahwa umur, jenis kelamin,tingkat pendidikan tidak mempengaruhi tingkat kestabilan emosi dan tingkat stres,dari uji statistik dengan chi-square tidak didapat perbedaan bermakna antara kelompok pasien tingkat stresor tinggi-emosi tidak stabil (25%) dengan kelompok pasien stresor tinggi - emosi stabil (21,9%), pasien stresor rendah - emosi tidak stabil (25%), pasien stresor rendah - emosi stabil (28,1 %) (X= 0,13 p= 0,723 Rr= 1,13).
Kata Kunci : Pasien, Stresor Psikososial, Ketidakstabilan Emosi