STRATEGI PENERJEMAHAN UNSUR BUDAYA ASIA TIMUR DARI NOVEL SIX CRIMSON CRANES KARYA ELIZABETH LIM KE DALAM BAHASA INDONESIA
Kurnia Wulandari, Dr. Sailal Arimi, M.Hum.
2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis
strategi penerjemahan yang digunakan dalam penerjemahan unsur budaya Asia Timur
pada novel Six Crimson Cranes (SCC) karya Elizabeth Lim. Teori
kebudayaan Ahimsa-Putra (2020) digunakan untuk mengidentifikasi unsur budaya
Asia Timur, sedangkan teori penerjemahan Suryawinata dan Hariyanto (2016)
diterapkan untuk menganalisis strategi penerjemahan dan penyesuaian yang
digunakan. Data diperoleh melalui metode simak-catat dengan sumber data berupa
novel SCC berbahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia oleh Reni
Indardini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 267 data unsur budaya yang
diklasifikasikan ke dalam sepuluh perangkat budaya, yaitu perangkat komunikasi,
klasifikasi, organisasi, ekonomi, kesehatan, kepercayaan, pelestarian,
transportasi, permainan, dan kesenian. Unsur-unsur budaya tersebut
diterjemahkan dengan menggunakan 13 strategi penerjemahan yang meliputi
strategi struktural (penambahan, pengurangan, transposisi, modulasi), strategi
semantik (padanan budaya, padanan deskriptif, analisis komponensial,
penyusutan, perluasan, pungutan, sinonim), serta strategi pragmatik (penambahan
dan pengurangan informatif, penyesuaian ilokusi, penyesuaian kejelasan makna,
dan penerjemahan parsial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi
penerjemahan semantik mendominasi dengan 127 data. Selain itu, penelitian ini
juga menunkukkan bahwa meskipun strategi struktural banyak digunakan untuk
menyesuaikan unsur gramatikal, strategi semantik dan pragmatik juga berperan
penting dalam penyesuaian struktur apabila konteks makna memerlukan pendekatan
yang lebih fleksibel.
This
study aims to identify and classify the types of translation strategies used in
the translation of East Asian cultural elements in the novel Six Crimson
Cranes (SCC) by Elizabeth Lim. Cultural theory by Ahimsa-Putra (2020) is
used to identify East Asian cultural elements, while translation theory by
Suryawinata and Hariyanto (2016) is applied to analyze the translation
strategies and translation-shift used. Data were obtained through the note-taking
method with the data source from the English novel and its Indonesian
translation by Reni Indardini. The result shows that there are 267 data of
cultural elements classified into ten cultural tools; communication,
classification, organization, economy, health, religion and beliefs,
preservation, transportation, entertainment, and art. The cultural elements are
translated using 13 translation strategies, including structural strategies
(addition, subtraction, transposition, modulation), semantic strategies
(cultural equivalence, descriptive equivalence, componential analysis,
shrinkage, expansion, borrowing, synonymy), and pragmatic strategies
(informative addition and subtraction, illocutionary adjustment, clarity of
meaning adjustment, and partial translation). The results show that semantic
translation strategy dominates with 127 data. In addition, this study also
shows that although structural strategies are mostly used to adjust grammatical
elements, semantic and pragmatic strategies also play a pivotal role in
adjusting structures when the meaning context requires a more flexible
approach.
Kata Kunci : strategi penerjemahan, unsur budaya, Asia Timur, novel Six Crimson Cranes