ANALISIS ADOPSI INOVASI KEBIJAKAN BECAK KAYUH BERTENAGA ALTERNATIF SEBAGAI TRANSPORTASI UMUM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : PERSPEKTIF RESPONSIBLE INNOVATION
Salsabila Mufhidah, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si ; Dr. Evita Hanie Pangaribowo, S.E., M.IDEC.
2025 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Becak sebagai salah satu moda transportasi tradisional sekaligus kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dijaga kelestariannya. Kendaraan
berteknologi listrik muncul sebagai alternatif dari pengaruh emisi karbon yang semakin menguat, namun secara bersamaan muncul berbagai isu kritis seperti keberlanjutan, akuntabilitas, dan tanggung jawab saat kendaraan tersebut menjadi moda transportasi. Pendekatan inovasi yang bertanggung jawab menarik untuk dianalisis guna mengetahui apakah inovasi becak bertenaga alternatif (Berkreatif) termasuk dalam inovasi yang bertanggung jawab dan mengetahui proses adopsi inovasi BERKREATIF sebagai teknologi transportasi legal di DIY. Penelitian ini juga membahas apakah BERKREATIF ssebagai bagian dari transportasi umum di DIY dapat menjadi inovasi yang bertanggung jawab. Pendekatan penelitian kualitatif dengan wawancara, observasi, pengumpulan dan analisis objek atau material, serta pengamatan langsung digunakan untuk mengetahui proses musyawarah dan partisipasi untuk inovasi yang muncul. Temuan temuan tersebut menunjukkan inovasi BERKREATIF sdapat dianggap sebagai inovasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan dengan tertanamnya nilai nilai keberlanjutan secara sosial, ekonomi dan lingkungan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Proses adopsi inovasi BERKREATIF pada pengemudi becak Yogyakarta melalui tahapan yang berbeda-beda, tidak berdasarkan dengan 5
(lima) tahapan adopsi inovasi yang dikemukakan oleh Rogers yakni pengetahuan, persuasi, pengambilan keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Hal ini
dipengaruhi oleh kondisi sosial, karakteristik individu pelaku dan kesiapan inovasi kebijakan BERKREATIF.
Becak is one of the traditional modes of transportation as well as the preserved culture of the Special Region of Yogyakarta (DIY). Electric vehicles emerge as an alternative to the growing influence of carbon emissions, but at the same time, critical issues such as sustainability, accountability, and responsibility arise when these vehicles become a mode of transportation. The responsible innovation approach is interesting to analyze to find out whether the alternative-powered becak innovation (Berkreatif) is included in responsible innovation and to find out the adoption process of BERKREATIF innovation as a legal transportation technology in DIY. This research also discusses whether BERKREATIF as part of public transportation in DIY can be a responsible innovation. A qualitative research approach with interviews, observation, collection and analysis of objects or materials, as well as direct observation was used to find out the process of deliberation and participation for the emerging innovation. The findings show that BERKREATIF innovation can be considered as a responsible and sustainable innovation. This is shown by the embedding of social, economic and environmental sustainability values. The results also show that the adoption process of BERKREATIF innovation among Yogyakarta pedicab drivers goes through different stages, not based on the five stages of innovation adoption proposed by Rogers, namely knowledge, persuasion, decision-making, implementation, and confirmation. This is influenced by social conditions, individual characteristics of the actors and the readiness of the BERKREATIF policy innovation.
Kata Kunci : Adopsi becak bertenaga alternatif, musyawarah & partisipasi, Responsible Innovation