Kepeloporan Pemuda Dalam Pengelolaan Basecamp Pendakian dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan pada Pendaki Gunung dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan (Studi di Basecamp Pendakian Gunung Sumbing jalur Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang).
Kusuma Anggara, Prof. Dr. Ir. Mohammad Na'iem, M.Agr.Sc.;Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, SU
2025 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional
Penelitian
ini membahas tentang kepeloporan pemuda dalam pengelolaan basecamp
pendakian dan implikasinya terhadap ketahanan lingkungan. Penelitian ini
dilakukan pada basecamp Gunung Sumbing jalur Butuh, Desa Temanggung,
Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis
kepeloporan pemuda dalam pengelolaan basecamp pendakian Gunung Sumbing jalur
Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang dalam
meningkatkan kesadaran lingkungan pada pendaki gunung, 2) Menganalisis
implikasi kepeloporan pemuda dalam pengelolaan basecamp terhadap
ketahanan lingkungan di kawasan Gunung Sumbing.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari wawancara,
tempat dan peristiwa serta dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan interview
(wawancara), observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepeloporan pemuda dalam pengelolaan basecamp dilakukan dengan berbagai bentuk yakni 1) Akumulasi semangat; 2) Dilandasi kesadaran diri atas tanggung jawab sosial; 3) Menciptakan sesuatu dan atau mengubah gagasan menjadi suatu karya nyata; 4) Dilaksanakan secara konsisten, gigih dan diakui oleh masyarakat luas karena mampu memberikan nilai tambah pada sendi-sendi kehidupan masyarakat. Upaya pemuda basecamp dalam meningkatkan kesadaran lingkungan pendaki dilakukan dengan berbagai cara yaitu penerapan aturan dan etika pendakian, sosialisasi kesadaran lingkungan melalui briefing, dan pengelolaan sampah pendakian. Kepeloporan pemuda dalam pengelolaan basecamp berimplikasi terhadap ketahanan lingkungan dengan indikator yaitu (1) meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan, (2) meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat dan kemitraan, (3) menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat, (4) menumbuhkambangkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial, dan (5) mengembangkan dan menjaga budaya dan kearifan lokal dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.
This
research discusses youth pioneering in the management of climbing basecamp and
its implications for environmental resilience. This research was conducted at
the basecamp of Mount Sumbing on the Butuh route, Temanggung Village,
Kaliangkrik District, Magelang Regency. The objectives of this research are 1)
Analyzing youth pioneering in the management of Sumbing Mountain climbing basecamp
on the Butuh route, Temanggung Village, Kaliangkrik Subdistrict, Magelang
Regency in increasing environmental awareness in mountain climbers, 2)
Analyzing the implications of youth pioneering in basecamp management on
environmental resilience in the Sumbing Mountain area.
This
research used a descriptive qualitative approach. Data sources were obtained
from interviews, from places and events and from documentation data. Data
collection techniques used interviews, observation and document studies. Data
analysis techniques use data reduction, data presentation and conclusion
drawing.
The
results showed that youth pioneering in basecamp management was carried out in
various forms, namely 1) Accumulation of enthusiasm; 2) Based on self-awareness
of social responsibility; 3) Creating something and or turning ideas into real
work; 4) Implemented consistently, persistently and recognized by the wider
community for being able to provide added value to the joints of community
life. The efforts of basecamp youth in increasing climbers' environmental
awareness are carried out in various ways, namely the application of rules and
regulations, environmental awareness campaigns through pre-hike briefings, and
the management of hiking waste. Youth pioneering in the management of climbing
basecamp has positive implications for environmental resilience, reflected in
several key indicators: (1) increased awareness in environmental protection and
management, (2) enhancement of community independence, empowerment, and
partnership, (3) development of public capacity and leadership, (4) cultivation
of community responsiveness in social monitoring, and (5) preservation and
promotion of local culture and wisdom for the sustainability of environmental
functions.
Kata Kunci : Kepeloporan Pemuda, Ketahanan Lingkungan, Kesadaran Lingkungan, Pengelolaan Basecamp Pendakian