KAJIAN KEBUTUHAN KARYAWAN DENGAN METODE SIMULASI UNTUK OPTIMASI PRODUKTIVITAS WORKSTATION DRAWING (Studi Kasus di Unit Drawing Divisi Spinning PT Primissima (Persero))
Maksum Hidayat, Ir. Andi Sudiarso, S.T., M.T., M.Sc.,Ph.D., IPM. ASEAN. Eng
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIDengan semakin ketatnya persaingan dunia bisnis, perusahaan dituntut untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi agar mampu bertahan. Tidak terkecuali untuk perusahaan yang bergerak di sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil seperti PT Primissima (Persero). Salah satu divisi yang ada dalam perusahaan tersebut adalah divisi spinning, yang salah satunya disusun oleh unit drawing. Hal yang menjadi permasalahan di workstation drawing adalah tidak optimalnya produktivitas stasiun kerja tersebut. Hal tersebut diindikasikan dari seringnya terjadi breakdown beberapa mesin produksi sekaligus. Breakdown mesin ini mengakibatkan waktu tunggu yang semakin tinggi jika tak segera ditangani, dan proses penanganannya dilakukan manual. Di sisi lain operator yang ada di stasiun kerja ini hanya satu dan menangani empat mesin sekaligus. Selain itu pekerjaan yang ditanggung oleh operator tidak hanya untuk menangani breakdown mesin namun juga hal lain seperti material handling. Hal tersebut mengakibatkan tingginya beban kerja operator tinggi sehinggga utilitasnya tinggi, namun ironisnya produktivitas workstation yang ditanganinya tidak optimal. Penelitian dilakukan dengan pemodelan dan simulasi, dengan model dibangun menggunakan software Pro-Model. Setelah model telah dinyatakan valid dan verified, kemudian skenario optimasi dikembangkan. Skenario dikembangkan dengan menganalisis berbagai hal yang dapat mempengaruhi produktivitas, dan setelah dilakukan berbagai pertimbangan dipilihlah skenario untuk menambah jumlah operator. Selanjutnya dikembangkan dua alternatif yaitu menambahkan satu operator dan dua operator per shift-nya. Untuk mengetahui jumlah operator yang optimal yang harus ditambahkan, dilakukan perbandingan antara model existing system dengan sistem optimasi dan perbandingan antara kedua sistem optimasi dalam hal output mesin, utilitas mesin, utilitas operator dan analisis ekonomi. Berdasarkan skenario tersebut, didapatkan skenario yang paling optimal adalah sistem dengan dua operator atau jumlah operator yang ditambahkan adalah satu. Skenario tersebut mampu meningkatkan utilitas mesin dari awalnya 45% menjadi 75%, dengan output meningkat sebesar 76% dan utilitas operator turun menjadi 50% dari existing system. Dari sisi ekonomi, alternatif pertama memberi tambahan profit sebesar Rp 10.451.754,00, lebih tinggi 8,45% daripada alternatif kedua dengan tiga operator. Jika dibandingkan dengan existing system, alternatif pertama mampu memberikan peningkatan pendapatan sebesar 27,7%
Kata Kunci : pemodelan dan simulasi, breakdown, sistem produksi, human resource allocation