Penggunaan foto udara dan sistem informasi geografi untuk evaluasi manajemen jalan satu arah dikecamatan Gondomanan kota Yogyakarta
Andrix Dwi Tamboera, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.
2003 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemanfaatan foto udara untuk menyadap parameter yang mempengaruhi kepadatan lalulintas, volume dan distribusi lalulintas; serta melakukan evaluasi manajemen jalan satu arah menggunakan parameter sistem transportasi mikro; sistem kegiatan, jaringan dan pergerakan di Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Sumber data yang digunakan adalah orthophoto pankromatik hitam putih skala 1: 2.500 tahun 1996 hasil perbesaran dan rektifikasi foto udara skala 1: 13.000. Parameter yang dihitung dalam evaluasi manajemen jalan satu arah menurut cara perolehannya di bagi menjadi 3, yaitu data yang diperoleh dari orthophoto dengan interpretasi visual, data sekunder dan data lapangan. Parameter yang diperoleh dari interpretasi orthophoto meliputi; penggunaan lahan, kepadatan permukiman, kanalisasi, lebar jalan, bentuk pola jaringan jalan, bentuk dan jumlah persimpangan. Parameter yang diperoleh melalui data sekunder yaitu manajemen arus lalulintas, sedangkan parameter yang diperoleh dari lapangan adalah data kejenuhan arus. Teknik analisis evaluasi manajemen jalan satu arah dilakukan dengan pendekatan kuantitatif pengharkatan tertimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orthophoto pankromatik hitam putih skala 1: 2.500 sangat sesuai atau bermanfaat untuk digunakan dalam penyadapan parameter sistem transportasi mikro yang mempengaruhi kepadatan lalulintas. Hal tersebut ditunjukkan dari uji ketelitian interpretasi dengan nilai ketelitian penggunaan lahan sebesar 87,63%. Model evaluasi manajemen jalan satu arah ini memberikan hasil yang baik karena mempunyai kesamaan dengan manajemen lalulintas yang telah diberlakukan. Evaluasi manajemen jalan satu arah ini dibagi dalam 4 kelas kelayakan, yaitu kelas sangat layak, kelas layak, kelas tidak layak dan kelas sangat tidak layak. Hasil tersebut disajikan dalam bentuk peta evaluasi manajemen jalan satu arah. Jalan yang diteliti berjumlah 32 jalan. Jalan yang termasuk dalam kelas sangat layak berjumlah 7 jalan, yaitu; Jalan Pajeksan, Bhayangkara, Beskalan, A. Yani, Ketandan Kulon, Mayor Suryotomo dan BrigJend Katamso. Jalan Suryatmajan, Cokrodipuran, Ketandan Wetan, Gadean, Reksobayan, Papringan, Remujung, Sriwedani, Sandiloto, Mojar, Tilarso, Limaran, K.H. A. Dahlan, P. Senopati, Secodiningratan, Trikora, Alun-alun Utara dan Ibu Ruswo termasuk dalam kelas layak, keseluruhan berjumlah 18 jalan. Kelas tidak layak berjumlah 7 jalan, yaitu; Jalan Sastrodipuran, Nitidipuran, Ketandan Lor, Ny. A. Dahlan, Kauman, Lobaningratan dan Ireda. Jalan dengan klasifikasi sangat tidak layak tidak ditemukan pada daerah penelitian. Parameter yang berpengaruh dalam evaluasi manajemen jalan satu arah adalah parameter penggunaan lahan, kepadatan permukiman dan tingkat kejenuhan arus lalulintas.
-
Kata Kunci : Foto udara,Sistem informasi geografis,Manajamen,Jalan satu arah,Gondomanan,Kota Yogyakarta,DIY