Laporkan Masalah

ALTERNATIF REKONSTRUKSI PASCABENCANA TSUNAMI PADA SEKTOR PERMUKIMAN BERDASARKAN ANALISIS BIAYA MANFAAT DAN PERSPEKTIF STAKEHOLDER (Studi Kasus: Kota Banda Aceh)

Rifdalila Kultsum, Dr. Ir. Benazir, S.T., M.T., M.Eng.

2025 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Tsunami seringkali menimbulkan kerusakan besar pada permukiman sehingga diperlukan rekonstruksi yang mempertimbangkan ketahanan bencana dan keberlanjutan lingkungan. Namun, rekonstruksi pascabencana kerap menghadapi tantangan akibat perencanaan yang kurang matang, sehingga pendekatan berbasis proyeksi masa depan diperlukan sebagai mitigasi. Penelitian ini mengeksplorasi tiga alternatif rekonstruksi permukiman pascabencana tsunami, yaitu Build Back, Build Back Better, dan Relocate sebagai strategi pembangunan kota yang berkelanjutan yang memiliki ketahanan terhadap bencana. Untuk menentukan alternatif yang paling efektif dari segi kelayakan finansial, penelitian ini menggunakan metode Analisis Biaya Manfaat (Cost Benefit Analysis) yang didasarkan pada asesmen kerentanan bangunan dengan metode BTV (Building Tsunami Vulnerability) guna memperkirakan jumlah bangunan yang perlu direkonstruksi di wilayah studi. Selain itu, aspek kualitatif dianalisis dengan mempertimbangkan perspektif stakeholder, khususnya pemerintah yang memiliki wewenang membuat kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan kegiatan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Adapun wilayah yang menjadi cakupan studi kasus pada penelitian ini adalah Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Wilayah ini dipilih karena memiliki histori sebagai wilayah terdampak dalam peristiwa Tsunami Samudera Hindia 2004 silam. Berdasarkan survei, dari 3982 bangunan yang didigitasi, 3726 di antaranya termasuk ke dalam klasifikasi rumah tinggal. Hasil asesmen BTV menunjukkan bahwa keseluruhannya berada pada level rusak berat hingga hancur sehingga memerlukan rekonstruksi. Berdasarkan Analisis Biaya Manfaat terhadap ketiga alternatif untuk periode pengulangan bencana 20, 50, dan 100 tahun, diperoleh hasil bahwa alternatif Build Back Better memiliki nilai NPV (Net Present Value) dan BCR (Benefit Cost Ratio) tertinggi, sehingga menjadi pilihan yang paling menguntungkan secara ekonomi. Sementara itu, berdasarkan perspektif stakeholder dari empat instansi yang berwenang; BPBD Aceh, Dinas PUPR Kota Banda Aceh, dan Bappeda Kota Banda Aceh memilih Build Back Better sementara Dinas Perkim Kota Banda Aceh memilih Relocate sebagai alternatif rekonstruksi permukiman pascabencana tsunami yang efektif dan berkelanjutan. Namun secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif Build Back Better adalah alternatif dengan skor tertinggi, sehingga direkomendasikan sebagai srategi rekonstruksi permukiman pascabencana tsunami yang paling efektif untuk diterapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan policy brief atau pedoman teknis pelaksanaan rekonstruksi permukiman pascabencana tsunami di Indonesia, khususnya dalam menentukan strategi pembangunan yang tidak hanya layak secara ekonomi, tetapi juga sejalan dengan prinsip ketahanan bencana dan keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir.

Tsunamis often cause major damage to residential areas, necessitating reconstruction efforts that take into account disaster resilience and environmental sustainability. However, post-disaster reconstruction frequently faces challenges due to inadequate planning, making future-oriented approaches necessary for mitigation. This study explores three post-tsunami residential reconstruction alternatives Build Back, Build Back Better, and Relocate as strategies for sustainable urban development that are resilient to disasters. To determine the most effective alternative in terms of financial feasibility, this study uses the Cost Benefit Analysis (CBA) method, based on a building vulnerability assessment using the BTV (Building Tsunami Vulnerability) method to estimate the number of buildings that need reconstruction in the study area. In addition, qualitative aspects are analyzed by considering stakeholder perspectives, particularly those of government authorities who make policies, decisions, and implement actions, using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The study's case area is Kuta Raja District in Banda Aceh. This area was selected due to its historical impact during the 2004 Indian Ocean Tsunami. Based on surveys, out of 3,982 digitized buildings, 3,726 were classified as residential houses. The BTV assessment results indicated that all were in the category of heavily damaged to destroyed, thus requiring reconstruction. Based on the Cost Benefit Analysis for the three alternatives over disaster recurrence periods of 20, 50, and 100 years, the Build Back Better alternative yielded the highest Net Present Value (NPV) and Benefit-Cost Ratio (BCR), making it the most economically favorable option. Meanwhile, from the stakeholder perspective, three out of four authoritative agencies Aceh’s Regional Disaster Management Agency (BPBD), the Public Works and Spatial Planning Office of Banda Aceh City (PUPR), and the Regional Development Planning Agency of Banda Aceh City (Bappeda) chose Build Back Better, while the Housing and Settlement Office of Banda Aceh City (Perkim) preferred Relocate as the effective and sustainable alternative for post-tsunami residential reconstruction. Overall, the analysis results indicate that Build Back Better is the alternative with the highest score, and it is therefore recommended as the most effective post-tsunami residential reconstruction strategy. It is hoped that the findings of this study can serve as a reference for developing policy briefs or technical guidelines for post-tsunami residential reconstruction in Indonesia, particularly in determining development strategies that are not only economically feasible but also aligned with principles of disaster resilience and environmental sustainability in coastal areas.

Kata Kunci : Tsunami, rekonstruksi permukiman pascabencana, pembangunan yang berkelanjutan, ketahanan bencana, Build Back Better

  1. S2-2025-513095-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513095-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513095-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513095-title.pdf