Pemanfaatan citra penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk optimalisasi perencanaan penggunaan lahan pertanian : Studi kasus kecamatan Bringin, Suruh dan Susukan kabupaten Semarang propinsi Jawa Tengah
Asep Mustan, Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc.
2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Bringin, Suruh, dan Susukan, Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat optimal penggunaan lahan pertanian tanaman semusim pada wilayah penelitian dengan memanfaatkan data penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan SIG dalam rangka penyusunan rekomendasi rencana penggunaan lahan pertanian pada wilayah penelitian. Data utama yang digunakan adalah citra digital Landsat TM hasil perekaman tahun 1996. Metode yang dipakai adalah teknik interpretasi citra secara visual yang dilengkapi dengan kerja lapangan dan analisis laboratorium. Pengolahan datanya dilakukan dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis. Sebanyak 2 buah sasaran kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi pemetaan komponen lahan (meliputi pemetaan penggunaan lahan, satuan medan, lereng, dan isoeroden) dan berbagai penilaian terhadap hasil overlay peta komponen lahan tersebut (meliputi penilaian kelas kemampuan lahan, penilaian tingkat akordansi penggunaan lahan, penilaian tingkat kesesuaian lahan, penilaian tingkat produktivitas lahan, penilaian tingkat pendapatan petani, serta penilaian tingkat bahaya erosi). Hasil dari berbagai penilaian tersebut digunakan untuk penilaian tingkat keoptimalan penggunaan lahannya. Berdasarkan hasil penilaian tingkat optimal ini, ditentukan bentuk rekomendasi rencana penggunaan lahannya yang paling sesuai. Beberapa parameter fisik lahan yang digunakan untuk berbagai penilaian tersebut meliputi tingkat pengikisan, singkapan batuan, drainase, ancaman banjir, salinitas, kedalaman efektif, tekstur tanah, kandungan bahan organik, ketinggian, serta kemiringan lereng. Parameter lain yang digunakan meliputi parameter sosial ekonomi pertanian, pengelolaan tanaman, praktek pengolahan dan konservasi tanah, iklim, serta erosivitas hujan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa seluas 10.135,48 Ha, atau seluas 80,07% dari seluruh penggunaan lahan pertanian di wilayah penelitian berada dalam tingkat yang tidak optimal penggunaan lahannya, di mana 77,33 % disebabkan oleh tingkat akordansi yang tidak sesuai dengan kelas kemampuan lahannya. Berdasarkan hal tersebut, rekomendasi yang paling banyak diberikan di wilayah penelitian adalah pertanian tanaman tahunan seluas 2.709,53 Ha, di mana sebagian besar diberikan pada penggunaan lahan sawah tadah hujan padi 2x yang berada pada satuan medan perbukitan denudasional berbatuan sedimen volkanik dan daerah landai dengan banyak singkapan batuan di sebelah selatan Gunung Pungkruk, Kecamatan Bringin.
-
Kata Kunci : Pemanfaatan citra Penginderaan jauh, sistem informasi geografis,perencanaan penggunaan lahan,Lahan pertanian,Bringin,Suruh,Susukan,Semarang,Jawa Tengah