Laporkan Masalah

Sejarah Pembentukan Kawasan Benteng Keraton Buton

Syafrin, Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D., IAI.

2025 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA

Kawasan Keraton Buton, yang terletak di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu contoh penting dari warisan budaya yang mencerminkan sistem sosial, politik, dan pertahanan pada masa kerajaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Keraton Buton sebagai sebuah kota benteng, dengan memfokuskan pada prinsip-prinsip dasar yang membentuk struktur dan perkembangan kota tersebut, serta bagaimana elemen-elemen fisik dan non-fisik berperan dalam mewujudkan sebuah kota benteng yang fungsional dan terstruktur.

Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana suatu kawasan, dengan struktur sosial yang kuat dan pengaruh budaya lokal, dapat menciptakan sebuah sistem pertahanan yang terintegrasi dengan administrasi dan kehidupan sosial. Keraton Buton, sebagai pusat kekuasaan sultan dan kerajaan, menggambarkan hubungan erat antara pertahanan, administrasi, dan sosial, yang tercermin dalam tataletak kota dan sistem pertahanannya yang unik. Kawasan ini, yang menggabungkan fungsi pertahanan, pemerintahan, dan sosial dalam satu area kompak, memanfaatkan bentang alam dan sumber daya lokal sebagai elemen penting dalam desain dan struktur fisiknya.

Melalui pendekatan analisis terhadap morfologi fisik dan faktor non-fisik seperti sistem pemerintahan, budaya, dan tradisi lokal, penelitian ini menunjukkan bahwa Keraton Buton dapat dikategorikan sebagai kota benteng yang berfungsi lebih dari sekadar sebuah pusat pertahanan, tetapi juga sebagai pusat kekuasaan yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan kerajaan. Dengan demikian, Keraton Buton tidak hanya merupakan simbol sejarah dan budaya, tetapi juga contoh menarik tentang bagaimana suatu kota benteng berkembang dengan memperhatikan keseimbangan antara pertahanan dan aspek sosial budaya masyarakatnya.

The Keraton Buton area, located on Buton Island, Southeast Sulawesi, is one of the important examples of cultural heritage that reflects the social, political, and defense systems of the kingdom era. This study aims to explore Keraton Buton as a fortress city, focusing on the fundamental principles that shape the structure and development of the city, as well as how both physical and non-physical elements contribute to creating a functional and structured fortress city.

The background of this research is based on the need to gain a deeper understanding of how an area, with a strong social structure and local cultural influences, can create a defense system that is integrated with administration and social life. Keraton Buton, as the center of the sultan's and the kingdom's power, demonstrates the close relationship between defense, administration, and social life, which is reflected in the city's layout and unique defense system. This area, which combines the functions of defense, government, and social life within a compact space, utilizes the natural landscape and local resources as crucial elements in its design and physical structure.

Through an analysis of physical morphology and non-physical factors such as governance systems, culture, and local traditions, this study shows that Keraton Buton can be categorized as a fortress city that functions as more than just a defense center but also as a center of power integrating various aspects of the kingdom's life. Thus, Keraton Buton is not only a symbol of history and culture but also an intriguing example of how a fortress city developed by balancing defense with the social and cultural aspects of its community.

Kata Kunci : keraton Buton, Kota Benteng, Morfologi Kota, Fortress City, City Morphology

  1. S2-2025-524670-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524670-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524670-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524670-title.pdf