PERMAINAN BAHASA PADA MASYARAKAT MULTILINGUAL DI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA
Nurul Ilmiasari, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini membahas permainan bahasa
dalam masyarakat multilingual dengan menyoroti bentuk, jenis, dan fungsi
komunikatifnya. Permainan bahasa tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi
juga merefleksikan keragaman ekspresi serta kompleksitas berpikir dalam
interaksi sosial.
Pemanfaatan potensi linguistik dari berbagai
bahasa menghasilkan efek humor yang beragam, mencerminkan kreativitas dan
dinamika komunikasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan data berupa tulisan serta dialog yang ditranskrip dari video
dan berjumlah 112. Sumber data diperoleh dari berbagai platform media sosial
dan situs web jurnalistik, antara lain Instagram (akun Bapakjokes dan
Pepojoy.Sketch), Facebook (Newradio), TikTok (Jason Wijaya dan Tirzaadorable),
YouTube (Les’ Copaque Upin dan Ipin), serta situs berita online seperti
Liputan6.com, Brilio.net, Suara.com, Bola.com, Telkomsel.com, dan Detik.com.
Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran konten yang memuat
permainan bahasa, kemudian diklasifikasikan berdasarkan bentuk, jenis, dan
fungsi komunikatifnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan
bahasa muncul dalam bentuk homofonik, polisemi, homonimi, paronimi, dan
plesetan, baik intrabahasa maupun antarbahasa. Fungsi yang teridentifikasi
meliputi fungsi estetik, didaktik, ideologis, interpersonal, dan kognitif.
Variasi bentuk dan fungsi tersebut memperlihatkan bagaimana humor bekerja
sebagai strategi komunikasi yang efektif, sekaligus sarana untuk memperkuat
solidaritas sosial. Kesimpulannya, permainan bahasa dalam masyarakat multilingual
bukan hanya fenomena linguistik, tetapi juga fenomena sosial-budaya yang
mencerminkan kecerdikan berbahasa, adaptasi terhadap keberagaman, dan peran
bahasa sebagai medium pemelihara hubungan sosial.
This study examines language play within
multilingual communities, focusing on its forms, types, and communicative
functions. Language play serves not only as a source of entertainment but also
reflects the diversity of expression and the complexity of thought in social
interactions.
The exploitation of linguistic potential from
multiple languages produces varied humorous effects, showcasing both creativity
and the dynamic nature of communication within these communities. This research
employs a qualitative approach, using data consisting of written texts and
dialogues transcribed from videos, totaling 112 items. Data sources were
obtained from various social media platforms and journalistic websites,
including Instagram (accounts Bapakjokes and Pepojoy.Sketch), Facebook
(Newradio), TikTok (Jason Wijaya and Tirzaadorable), YouTube (Les’ Copaque Upin
and Ipin), and online news sites such as Liputan6.com, Brilio.net, Suara.com,
Bola.com, Telkomsel.com, and Detik.com. Data collection involved identifying
content featuring language play, which was subsequently classified according to
its forms, types, and communicative functions.
The findings indicate that language play
appears in the forms of homophony, polysemy, homonymy, paronymy, and puns,
encompassing both intralingual and interlingual variations. The identified
functions include aesthetic, didactic, ideological, interpersonal, and
cognitive purposes. These variations in form and function demonstrate how humor
operates as an effective communication strategy while simultaneously serving as
a means to strengthen social solidarity. In conclusion, language play in
multilingual communities represents not only a linguistic phenomenon but also a
socio-cultural one, reflecting linguistic ingenuity, adaptation to diversity,
and the role of language as a medium for maintaining social relationships.
Kata Kunci : Kata Kunci : Permainan Bahasa, Relasi Makna, Paronimi, Fungsi Humor.