Laporkan Masalah

Pola Dermatitis Kontak Berdasarkan Umur, Jenis Kelamin dan Bahan Penyebab di RSUP Dr.Sardjito Tahun 1991

Rachmat Nugroho, dr. Tantari Sugiman

1993 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Frekuensi dermatitis kontak dapat bervariasi secara luas antara negara satu dengan yang lain atau antar daerah di dalam negara yang sama. Informasi frekuensi dan distribusi dermatitis kontak dengan umur tertentu baik laki-laki maupun wanita dengan bahan-bahan penyebabnya dapat memberi masukan bagi para klinisi dan tenaga kesehatan dalam pertimbangan kasus dermatitis kontak. Penelitian ini bertujuan untuk dapat frekuensi dan distribusi penderita dermatitis menurut umur, jenis kelamin, dan bahan penyebabnya. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisa kuantitatif dengan memakai teknik statistik deskriptif. Subyek penelitian ini adalah semua penderita dermatitis kontak yang berkunjung di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. Sardjito dalam kurun waktu 1 Januari sampai 31 Desember 1881. Dermatitis kontak adalah suatu reaksi radang kulit yang disebabkan oleh terjadinya kontak dengan bahan-bahan yang berasal dari luar tubuh. Hasil pengumpulan data didapatkan 1.378 penderita dermatitis kontak dengan 520 orang (38,61%) penderita laki-laki dan 846 orang (61,38%) penderita wanita. Frekuensi penderita dermatitis kontak pada golongan umur (a) dibawah 1 tahun : 0,28%, (b) 1-4 tahun 2,03%, (c) 5 - 14 tahun : 3,70%, (d) 15-24 tahun : 31,21%, (e) 25-44 tahun : 41,36%, (f) 45-64 tahun : 17,06%, (g) diatas 65 tahun : 4,35% . Bahan penyebab yang banyak mempengaruhi insidensi dermatitis kontak adalah obat-obat topikal 587 kasus (42,60%), kosmetik 387 kasus (28,88%), bahan pekerjaan rumah tangga 86 kasus (6,87%), dan bahan logam 88 kasus (6,46%). Hasil penelitian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan, (a) penderita wanita lebih banyak dibandingkan laki-laki, (b) dermatitis kontak dapat menyerang segala umur, dengan frekuensi terendah pada golongan umur dibawah 5 tahun (2,32%), dan tertinggi pada golongan umur 25-44 tahun (41,36%), (c) bahan penyebab yang sering menimbulkan dermatitis kontak adalah obat-obat topikal 587 kasus (42,82%) dan kosmetik 387 kasus (28,88%). Agar masyarakat lebih selektif dalam memilih dan menggunakan barang yang dibutuhkan perlu penyuluhan mengenai dermatitis kontak. Obat topikal dan bahan kosmetik yang terdiri dari bahan dasar dan bahan aktif yang dapat menimbulkan dermatitik kontak, sehingga perlu dilakukari penelitian lebih lanjut mengenai (a) bahan-bahan pada obat topikal dan kosmetik (b) jenis dermatitis kontak yang ditimbulkan.

Kata Kunci : Dermatitis Kontak, Umur, Jenis Kelamin, Bahan Penyebab

  1. S1-FKU_1993-RachmatNugroho-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1993-RachmatNugroho-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1993-RachmatNugroho-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1993-RachmatNugroho-Title.pdf