Laporkan Masalah

Penggunaan foto udara dan sistem informasi geografi untuk pemodelan penurunan suhu udara dengan pendekatan kerapatan tutupan vegetasi dikota Yogyakarta.

Anita Widiastuti, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Drs. Budi Sulaswono, M.Si.

2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini berusaha mengkaji penggunaan foto udara dan Sistem Informasi Geografi untuk pemodelan penurunan suhu udara dengan pendekatan kerapatan tutupan vegetasi di Kota Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah: (1) pemetaan distribusi keruangan variasi kepadatan bangunan, kekasaran permukaan, serta kerapatan tutupan vegetasi untuk Kota Yogyakarta dengan menggunakan data penginderaan jauh, (2) pemetaan distribusi spasial suhu udara permukaan kota Yogyakarta, (3) mengkaji pola hubungan antara kepadatan bangunan, kerapatan tutupan vegetasi, dan kekasaran permukaan dengan distribusi suhu udara, dan (4) pemodelan penurunan suhu udara dengan pendekatan kerapatan tutupan vegetasi untuk menurunkan tingkat gangguan ketidaknyamanan sebagai tempat tinggal oleh suhu udara. Penelitian ini menggunakan interpretasi foto udara untuk menyadap data kepadatan bangunan, kerapatan tutupan vegetasi, dan kekasaran permukaan. Suhu udara permukaan dan kelembaban relatif diperoleh dari pengukuran lapangan di titik sampel. Analisis statistik digunakan untuk menganalisa hasil data interpretasi (kepadatan bangunan, kerapatan tutupan vegetasi dan kekasaran permukaan) dengan suhu udara. Peta sebaran variabel penelitian digunakan untuk menganalisa secara keruangan distribusi variablel penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data, kepadatan bangunan yang ada di Kota Yogyakarta terdiri atas tiga kelas (kelas III, IV, dan V), kerapatan tutupan vegetasi terdapat empat kelas (kelas I, II, III, dan IV), dan kekasaran permukaan tiga kelas (kelas II, III, dan IV). Analisis statistik dengan regresi berganda dapat menghasikan persamaan suhu udara: T=32.131+0.166x1-0.433x20.142x3. Secara teoritis pemodelan penurunan suhu udara dapat dilakukan dengan modifikasi kelas kerapatan tutupan vegetasi(x2) dengan kelas kepadatan bangunan(x1) dan kelas kekasaran permukaan(x3) tetap. Model mampu menurunkan suhu udara antara 0,433°C 0,866°C pada daerah prioritas I dan II. Berdasarkan nilai indeks ketidaknyamanan, di Kota Yogyakarta terdapat dua kelas ketidaknyamanan, yaitu adanya perasaaan tidak nyaman dan gangguan kenyamanan. Pemodelan digunakan untuk menurunkan indeks ketidaknyamanan dengan menurunkan suhu udara permukaan. Suhu udara diturunkan maka indeks ketidaknyamanan turun. Penurunan suhu hasil pemodelan belum mampu menurunkan indeks ketidaknyamanan hingga kelas nyaman karena keterbatasan ruang sisa yang dapat dimanfaatkan untuk menambah tutupan vegetasi. Pemodelan dapat menurunkan kelas gangguan kenyamanan menjadi adanya perasaan tidak nyaman oleh perubahan suhu udara.

-

Kata Kunci : Foto udara,Sistem informasi geografis,Penurunan suhu udara,Kerapatan tutupan vegetasi,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-2002-101121-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-101121-Bibliography.pdf  
  3. S1-2002-101121-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-101121-Title.pdf