Pemodelan spasial berbasis citra satelit landsat thematic mapper dan Sistem Informasi Geografi untuk perencanaan penggunaan lahan pertanian di wilayah volkan : Studi disebagian volkan Merbabu
Ajiek Darminto, Dr. Prapto Suharsono, M.Sc.
2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini berjudul Pemodelan Spasial Berbasis Citra Satelit Landsat Thematic Mapper dan Sistem Informasi Geografi untuk Perencanaan Penggunaan Lahan Pertanian di Wilayah Volkan di Sebagian Volkan Merbabu. Penelitian ini merupakan aplikasi dari studi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG). Penelitian ini bertujuan melakukan ekstraksi informasi tematik karakteristik fisik lahan berdasarkan analisis citra Satelit Landsat Thematic Mapper (TM) untuk mendukung perencanaan penggunaan lahan pertanian di sebagian Volkan Merbabu, dan memanfaatkan SIG untuk mengintegrasikan data tematik yang diperoleh dari citra Landsat TM serta membuat model spasial untuk merepresentasikan proses dan karakteristik lahan diwilayah volkan untuk perencanaan penggunaan lahan pertanian. Daerah penelitian merupakan sebagian dari Volkan Merbabu, Jawa Tengah. Secara administrasi, Volkan Merbabu termasuk dalam Kabupaten Magelang, Kab. Semarang dan Kab. Boyolali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi kualitatif secara visual pada layar (on-screen digitizing) untuk memperoleh informasi bentuklahan, penggunaan lahan dan parameter fisik lahan. Parameter fisik tersebut merupakan hasil deduksi bentuk lahan yang terdiri dari kedalaman efektif tanah, tekstur tanah, drainase permukaan, pH, salinitas, batuan permukaan dan sebaran batuan permukaan. Kemiringan lereng dan temperatur rerata tahunan diperoleh dari model elevasi digital (Digital Elevation Model/DEM). Data hujan dan bulan kering diperoleh dari data curah hujan bulanan daerah penelitian. Metode penyusunan perencanaan adalah evaluasi kesesuaian lahan karakteristik fisik dan iklim dengan kriteria kesesuaian lahan dari Puslitanak. Evaluasi tersebut dilakukan melalui pengelompokan tanaman menjadi dua kelompok yaitu kelompok tanaman iklim tropik (temperatur bulan terdingin >18°C) dan kelompok tanaman iklim sejuk (temperatur bulan terdingin <18°C). Perincian kelompok tanaman iklim tropik sebagai berikut a. tanaman semusim lahan basah, b. tanaman semusim lahan kering, c. tanaman tahunan pekarangan, d. tanaman tahunan perkebunan dan e. tanaman tahunan hutan/kawasan konservasi. Kelompok tanaman iklim sejuk terdiri dari: a. tanaman semusim lahan kering, b. tanaman tahunan pekarangan, c. tanaman tahunan perkebunan dan d. tanaman hutan/kawasan lindung. Analisis SIG digunakan untuk menyusun perencanaan dan pemodelan spasial. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ada tiga yaitu (1) peta tematik hasil ekstraksi informasi citra Landsat TM, (2) perencanaan penggunaan lahan pertanian pada daerah studi kasus melalui SIG dan (3) model analog dan diagramatik perencanaan. Hasil perencanaan dari 10.107,7 hectares (ha) luas daerah penelitian adalah kelompok tanaman tropik semusim lahan basah seluas 34 ha (0,3%), tanaman semusim lahan kering 674,4 ha (6,7%), tanaman tahunan pekarangan 1.628,4 ha (16,1%), tanaman perkebunan 108,7 ha (1,1%) dan tanaman hutan/kawasan lindung 310,6 ha (3,1%). Kelompok tanaman sejuk terdiri dari tanaman semusim lahan kering 623,8 ha (6,2%), tanaman tahunan pekarangan 2334,4 ha (23,1%), tanaman tahunan perkebunan 579,9 ha (5,7%) dan tanaman hutan/kawasan lindung 2195,6 ha (21,7%), selebihnya adalah daerah penyangga seluas 120,7 ha (1,2%), lahan terbangun 560,5 ha (5,5%) dan daerah tertutup awan 936,5 ha (9,3%).
-
Kata Kunci : Pemodelan spasial,penggunaan lahan,citra satelit landsat TM,sistem infromasi geografis,penggunaan lahan pertanian,Wilayah wolkan