Transisi Dewasa yang Tidak Normatif: Pemaknaan Peran Saudara Kandung Dewasa Awal dari Individu Autistik
Fara Dina Dwi Rahayu Arum Sari, Restu Tri Handoyo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan tantangan yang dihadapi saudara kandung dewasa awal dalam transisi mereka menuju dewasa selama hidup bersama individu autistik. Penelitian melibatkan 4 orang partisipan usia 25-27 tahun yang tinggal di Indonesia, memiliki saudara dengan GSA, dan tinggal serumah. Wawancara semi-terstruktur dilakukan secara tatap muka dan daring via Zoom dengan durasi 45-90 menit. Analisis tematik IPA menemukan 5 tema besar dan 11 sub-tema. Hasil penelitian menemukan pengalaman saudara dimaknai sebagai transformasi makna. Selain itu, saudara memiliki pemaknaan yang unik terhadap kriteria kedewasaan, dan menempuh proses transisi dewasa dengan ritme yang lebih lamban. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dialami oleh saudara dari individu autistik.
This study aims to explore the experiences and challenges faced by emerging adult siblings in their transition to adulthood while living with an autistic individual. The study involved four participants aged 25–27 who live in Indonesia, have a sibling with ASD, and reside in the same household. Semi-structured interviews were conducted both in person and online via Zoom, lasting 45 to 90 minutes. Thematic analysis using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) revealed five superordinate themes and eleven subthemes. The findings indicate that the siblings’ experiences are interpreted as a transformation of meaning. Furthermore, the siblings held unique interpretations of adulthood criteria and underwent the transition to adulthood at a slower pace. The study also identified several challenges experienced by siblings of autistic individuals.
Kata Kunci : gangguan spektrum autisme, saudara, dewasa/ autism spectrum disorder, sibling, adult