Penginderaan jauh dan sistem informasi geogrfais untuk evaluasi kesesuaian antara bentuk penggunaan lahan dengan rencana detail tata ruang kota : Kasus dibagian wilayah kota III kotamdya Yogyakarta
Aris Adrian W., Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Drs. Su Ritohardoyo, M.A.
1997 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHINTISARI Penelitian ini dilaksanakan di Kotamadya Yogyakarta bagian timur laut yang termasuk dalam Bagian Wilayah Kota III (BWK III) dari Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK) Kotamadya Yogyakarta tahun 1990-2010. Tujuan utama pelaksanaan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui bentuk penggunaan lahan tahun 1987 dan tahun 1996 beserta perubahannya, berdasarkan informasi yang disadap dari data penginderaan jauh dan kerja lapangan; (2) melakukan evaluasi kesesuaian antara penggunaan lahan yang ada dengan rencana detil tata ruang kota di daerah penelitian melalui pendekatan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Metode penelitian yang digunakan merupakan kombinasi antara teknik penginderaan jauh sebagai sarana ekstraksi data primer dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemasukan, pemrosesan, serta analisis data secara digital. Sebagai sumber data primer digunakan foto udara pankromatik hitam putih skala 1:11.000 hasil pemotretan tahun 1987 dan foto udara pankromatik hitam putih skala 1:10.000 yang merupakan pembesaran (blow-up) dari skala 1:30.000 hasil pemotretan tahun 1993. Setelah dilakukan interpretasi pada kedua foto udara tersebut, selanjutnya dilakukan kerja lapangan untuk mengetahui ketelitian interpretasi dan penambahan detil. Penentuan sampel untuk uji ketelitian interpretasi dari masing-masing kategori penggunaan lahan didasarkan pada obyek-obyek yang tampak pada foto udara tahun 1987 dan 1993. Pembuatan peta penggunaan lahan tahun 1987 didasarkan pada hasil interpretasi foto udara tahun 1987. Sedangkan peta penggunaan lahan tahun 1996 dibuat berdasarkan hasil interpretasi foto udara tahun 1993 yang diperbanyak informasi hasil kerja lapangan tahun 1996. Perubahan penggunaan lahan 1987-1996 diperoleh dengan cara melakukan tumpangsusun antara kedua peta penggunaan lahan. Selanjutnya berdasarkan analisis data grafis dan atributnya diketahui luas dan bentuk perubahan penggunaan lahan beserta persebarannya. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat diketahui kecenderungan arah perubahan penggunaan lahan di daerah penelitian selama tahun 1987 hingga tahun 1996. Kesesuaian antara bentuk penggunaan lahan dengan rencana pemanfaat ruang BWK III diketahui melalui tumpangsusun antara peta rencana pemanfaatan lahan dengan peta penggunaan lahan tahun 1987 dan peta penggunaan lahan tahun 1996. Melalui analisis data atribut dan grafis dari ketiga peta masukan, diperoleh hasil berupa tingkat keselarasan penggunaan lahan dengan rencana pemanfaatan lahan di daerah penelitian. Berdasarkan hasil uji lapangann diketahui bahwa tingkat ketelitian interpretasi foto udara pankromatik hitam putih skala 1:11.000 adalah 93,75% dan untuk foto udara pankromatik hitam putih skala 1:10.000 hasil perbesaran adalah 89,2%. Tingkat kesesuian antara rencana pemanfaatan lahan dengan penggunaan lahan yang ada di BWK III adalah: sesuai 469,88 Ha (65,8%) dan tidak sesuai 244,47 Ha (34,2%). Tingkat kesesuaian tersebut meliputi rencana pemanfaataan untuk lahan: (1) Permukiman seluas 402,42 Ha; sesuai 320,28 Ha (79,6%); tidak sesuai 82,08 Ha (20,4%), (2) Industri seluas 3,73 Ha; sesuai 2,30.
-
Kata Kunci : Evaluasi kesesuaian lahan,penginderaan jauh,sistem informasi geografis,penggunaan lahan,rencana detail tata ruang kota,Kotamdya Yogyakarta,DIY