Pengembangan Rancangan Kawasan Mangrove Berdasarkan Prinsip Konservasi, Edukasi, dan Wisata di Pesisir Pantai Baros, Kabupaten Bantul
Maria Rosari Wijayanti, Atrida Hadianti, S.T., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA
Kawasan Mangrove Baros yang terletak di muara Sungai Opak, Kabupaten Bantul, mulai dikembangkan pada 2003 oleh LSM Relung dan Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B) sebagai langkah untuk mencegah terjadinya abrasi serta melindungi area pertanian dari pasang Laut Selatan. Saat ini, pengelolaan kawasan sepenuhnya dilakukan oleh KP2B. Namun, kondisi eksisting menunjukkan kurangnya penataan ruang dan pemenuhan fasilitas pendukung yang belum memadai, meskipun kawasan ini memiliki potensi dari berbagai aspek di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan mendapatkan alternatif pengembangan kawasan berdasarkan prinsip dan standar dari pendekatan konservasi, edukasi, dan wisata. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dan deskriptif dengan analisis data dari observasi lapangan dan studi literatur untuk mendapatkan desain perancangan, serta dari wawancara mendalam dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui preferensi ruang dari narasumber terpilih. Hasil penelitian menghasilkan desain perancangan kawasan yang dapat menjadi rekomendasi dan prioritas pengembangan kawasan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan baik secara fisik maupun non-fisik, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Baros.
The Baros Mangrove area located at the mouth of the Opak River, Bantul Regency, began to be developed in 2003 by the Relung NGO and the Baros Youth Group (KP2B) as a step to prevent abrasion and protect agricultural areas from the South Sea tide. Currently, the management of the area is fully carried out by KP2B. However, the existing conditions show a lack of spatial planning and inadequate provision of supporting facilities, although this area has potential from various aspects in Bantul Regency. This study aims to obtain alternatives for developing the area based on the principles and standards of the conservation, education, and tourism approaches. The methods used are qualitative and descriptive with data analysis from field observations and literature studies to obtain design designs, as well as form-in-depth interviews and the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine the spatial preferences of selected informants. The results of the study produced a design for the area that can be a recommendation and priority for developing the area which is expected to improve the quality of the area both physically and non-physically, while maintaining the sustainability of the mangrove ecosystem in Baros.
Kata Kunci : Kawasan Mangrove, Pesisir Pantai Baros, Konservasi, Edukasi, dan Wisata