Laporkan Masalah

Perilaku intelijen pasca Orde Baru dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah :: Studi di Pangkalan Utama TNI AL I/Belawan

BUDIHARDJO, Utomo, Drs. Armaidy Armawi, MSi

2004 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrepsikan perilaku intelijen dalam merespon perkembangan lingkungan strategis pasca orde baru dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah. Studi berlokasi di Staf Intelijen Lantamal I yang bermarkas di Medan Beiawan, Sumatera Utara. Pengumpuian data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka. Metode peneltian dengan menggunakan metode peneiitian deskriptif dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan: 1) dari aspek kognitif perilaku intelijen pasca Orde Baru belum ada perubahan secara signifikan disebabkan karena beium berubahnya motivasi untuk masuk komunitas intelijen, belum ada upaya serius baik dari organisasi maupun masing-masing individu untuk meningkatkan pengetahuan dan belum berubahnya persepsi terhadap spektrum ancaman yang baru, 2) dari aspek reinforcement, perkembangan iingkungan beium direspon dengan baik. Perubahan format dan sistem politik telah membagi tugas, fungsi dan peranan antara TIMI dengan Polri. Tugas, fungsi dan peranan TNI yang baru difokuskan pada aspek pertahanan. Daiam merespon perubahan peran ini belum terlihat adanya perubahan persepsi ketika mengapiikasikan di lapangan. Mayoritas responden secara implisit masih mendukung peran TNI sebagai kekuatan hankam dan kekuatan sosial politik, 3) dari aspek personalitas, stigma "intel Meiayu" masih belum ada perubahan signifikan. Dukungan anggaran yang sangat minim menyebabkan anggota lebih menonjolkan institusi dalam melaksanakan tugas di lapangan sehingga identitas sebagai anggota intelijen sering dibuka dan digunakan sebagai pressure untuk mendapat imbalan materi. Bentuk organisasi juga kurang mendukung untuk melaksanakan tugas-tugas di lapangan. Dengan bentuk organisasi staf maka dituntut tidak saja harus siap di lapangan tetapi juga dituntut untuk melaksanakan tugas-tugas staf, 4) dari aspek profesionalisme secara umum belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Dari sisi kemampuan untuk menyelesaikan suatu kasus masih bisa diandalkan meskipun prosedur yang dilakukan kadang banyak mengandalkan intuisi dan pengalaman. Logika ekonomi juga masih berpengaruh besar terhadap integritas moral. Tuntutan kebutuhan ekonomi dan berbagai gaya hidup menjadi sumber dari menurunnya kohesi dan soliditas mereka.

This research aims to describe of inteliigence behavior responsed of strategic environmentai growth after a New Order period and its implication to regional resilience. The location of this study is in Intelligence Staff of Indonesian Navy Major Base I in Medan Belawan, North Sumatra. Data collecting conducted by observation, interview, book study and questioner. Research method was using descriptive research method with the data analysis qualitative and quantitative. The result of research indicates that: 1) from cognition aspect, intelligence behavior after new order, there's no change significantly. This matter because theirs is not yet motivation changed to step into the intelligence community, not yet been seen the existence of effort from both organization and each individual to try to improve their knowledge and there is no changes in their perception to threat which being faced. 2) From reinforcement aspect, strategic environmental growth in global context and natinal not yet responded better. The change of political system and format has divided the duty, role and function between TNI with Police. Duty, function and new role of TNI is focussed at defender aspect. In responding of this new role not yet seen the existence of perception change in application in field. From the result of this research, majority responder implicitly still support the role of TNI as strength of political social and defence security strength. 3) From personalities aspect, "Intel Melayu" stigma still not yet change significantly. The minim budget support makes agents more signalizing of institution in executing duty in field so that the identity as intelligence member is often opened and used as pressure to get the items reward to close over the needed budget insufRency. From other side of budget problems, oganization structure also less support to execute duties in field. With the organization structure which is like now that is as staff organizaton hence intel members claimed not even have ready in field but also claimed to execute the staff duties. 4) From professionalism aspect in general not yet shown the existence of significantly changes. From ability side to finish a case still can be pledged though procedure conducted sometime still a lot of relying on intuition. Economic logic also still has a big effect to moral integrity. Economic requirement demand and various life style become the source from downhill their cohesion and solidity.

Kata Kunci : Ketahanan Wilayah,Perilaku Intelijen,Pasca Orde Baru

  1. S2-PAS-2004-Utomo_Budihardjo-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2004-Utomo_Budihardjo-Bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2004-Utomo_Budihardjo-TableofContent.pdf  
  4. S2-PAS-2004-Utomo_Budihardjo-Title.pdf