KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENCURIAN KAYU JATI DI BKPH POJOK KPH PURWODADI
Sukisno, Ir. Djuwadi, M.S.
1999 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga kclcstariannya agar dapat clan tetap berfungsi serta memberi banyak manfaat bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidup umat manusia Gangguan keamanan butan berupa pencurian kayu jati oleh masyarakat desa sekitar butan Perum Perhutani intensitasnya semakin meningJrat dan sudah sampai pada tingkat yang membahayakan bagi kclcstariannya Hal ini terjadi karena tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang relatif rendah, sehingga mengala1>atkan ketergantungannya terhadap hutan menjadi semakin tinggi. Perum Perhutani dalam melaksanalcan pengelolaan hutan, sepanjang sejarah tidak bisa Iepas dari bantuan masyarakat desa sekitar hutan, sehingga dalam memecahkan permasalahan keamanan butan, kbususoya pencurian kayu jati, tidak dapat mengabaikan permasalahan yang dibadap???? oleb masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh maoa bubungan antara tingkat kesejahteraan masyarakat desa sekitar butan dengan intensitas pencurian kayu. Penclitian dilakukan di wilayah BKPH Pojok KPH Purwodadi Perum Perhutani Unit I Jawa Tengab. Penelitian dilakukan pada buJan Januari - Maret 1999. Analisis data dilakukan melalui pendekatan deskriptif dan analisis regresi. Analisis regresi menggunakan model Y = a1X1 + a2X2 + a3'(3 + K. Data yang digunakan adalah jumlah pohon yang dicuri dalam tahun 1997 (Y), jumlah penduduk desa penelitian (X1), luas rata - rata pemilikan tanah per kepala keluarga (X2), dan jumlab penduduk yang berusia rawan (berpotensi) mencuri kayu (X3). Pendekatan secara deskriptif dilakukan dengan menganalisis data berdasarkan uraian kualitatif analitik. Berdasarkan basil analisis secara deskriptif diperoleh basil bahwa semakin kecil angka luas rata - rata pemilikan tanah per kepala keluarga, maka akan sangat berpengaruh terbadap kenaikan angka pencurian kayu. Jumlab penduduk yang berusia rawan (berpotensi) mencuri kayu yaitu penduduk dalam kelompok umur 20 - 39 tahun, memiliki pengaruh yang tidak terlalu besar. Sedangkan banyaknya jumlah penduduk tidak memiliki peranan yang nyata terhadap intensitas pencurian kayu jati. Persarnaan regresi yang dapat disusun dari penelitian ini adalab Y = 48,S50087X2 + 2,l 12609X1 - 94,1224S1. Masyarakat desa penelitian melakukan pencurian kayu jati karena desakan kebutuhan ekonomi yang tidak lagi dapat dipenuhi dari sumber-sumber yang dimilikinya Pencurian kayu masih sebatas untuk memenuhi kebutuhan kayu pertukangan bagi penduduk desa penelitian sendiri. Sehingga pennasalah ini perlu segera diselesaikan secara terpadu dan komprehensif.
Kata Kunci : Pengelolaan hutan berorientasi kepada kepentingan masyarakat yang dinamis, masyarakat sejahtera, hutan lestari.