Critical Discourse Analysis of The Jakarta Post's Coverage of Prabowo in the 2024 Election
Bulan Churniati, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A.
2025 | Skripsi | SASTRA INGGRIS
Penelitian ini menganalisis konstruksi diskursif Prabowo Subianto selama pemilihan presiden Indonesia 2024 di The Jakarta Post dengan menganalisis 20 artikel berita yang diterbitkan antara 28 November 2023 dan 10 Februari 2024. Menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, penelitian ini menerapkan metodologi berbasis korpus dengan menggunakan Sketch Engine dan analisis sentimen menggunakan Python. Hasil analisis linguistik korpus dibagi menjadi dua: konkordansi yang menampilkan Prabowo secara positif melalui gelar institusional, penggambaran sintaksis konstruktif, dan tema politik yang rumit, sementara sketsa kata menyoroti konstruksi aktif subjek-kata kerja, penggunaan kata sifat modern seperti “gemoy” untuk menarik pemilih muda, dan kata benda yang menekankan kepemimpinannya. Analisis sentimen menunjukkan polarisasi kompleks melalui sentimen negatif yang mendominasi kata benda dan kata kerja terkait dengan kontroversi dan tantangan, sementara sentimen positif dominan pada kata sifat yang menggambarkan kualitas pribadi dan gaya kampanye. Representasi ini menyoroti upaya The Jakarta Post untuk mempertahankan netralitas jurnalistik sambil membentuk persepsi publik terhadap figur politik yang terpolarisasi.
This research examines the discursive construction of Prabowo Subianto during the 2024 Indonesian presidential election in The Jakarta Post by examining 20 news articles published between November 28, 2023, and February 10, 2024. Using a critical discourse analysis approach, this study employs corpus-based methodology utilizing Sketch Engine and sentiment analysis using Python. The results found from corpus linguistic analyses divided in two: concordance that portrays Prabowo positively through institutional alignment, constructive syntactic framing, and nuanced political themes, while word sketch highlights active subject-verb constructions, modern adjectives rebranding like “gemoy” (adorable) for young voters, and nouns emphasising on his leadership. Furthermore, sentiment analysis reveals complex polarity—positive sentiment appears as adjectives describing personal qualities and campaign style but negative sentiment dominates controversial nouns and verbs. This coverage highlights The Jakarta Post's efforts to maintain journalistic neutrality in shaping public perception of a political figure.
Kata Kunci : newspaper, critical discourse analysis, sentiment analysis, corpus, Prabowo