Evaluasi Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Galian dan Timbunan Pada Proyek Pembangunan Jalan Prambanan-Gayamharjo Tahap 2 Segmen 1
Shinta Dewi, Dr. Eng. Ir. Iman Haryanto, S.T., M.T.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Proyek pembangunan
Jalan Prambanan–Gayamharjo tahap 2 segmen 1 bertujuan menghubungkan berbagai
wilayah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lokasi proyek berada di daerah dengan
kondisi sebagian besar berupa tebing batuan, sehingga pekerjaan utama meliputi
penggalian tebing batu. Pelaksanaan pekerjaan galian mengalami keterlambatan
akibat sejumlah kendala di lapangan yang memengaruhi rencana dan jadwal.
Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi produktivitas alat berat pada pekerjaan galian dan
timbunan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Analisis
dilakukan dengan membandingkan produktivitas rencana dan produktivitas aktual
di lapangan pada tiga jenis alat berat, yaitu backhoe excavator, breaker
excavator, dan dump truck.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa produktivitas backhoe excavator dengan
nilai rencana 64,82 m³/jam memiliki produktivitas aktual bervariasi antara
45,77–68,29 m³/jam, di mana tipe XCMG XE370CA memenuhi rencana sedangkan tipe
lain berada di bawah target. Breaker excavator dengan nilai rencana
11,20 m³/jam memiliki produktivitas aktual 9,72–12,06 m³/jam, di mana tipe SANY
SY215C memenuhi target. Dump truck dengan nilai rencana 11,59 m³/jam
memiliki produktivitas aktual 5,78–6,11 m³/jam, sehingga memerlukan peningkatan
kinerja. Perbedaan produktivitas ini dipengaruhi oleh kondisi material,
keterampilan operator, waktu siklus, dan antrean pada pengangkutan.
Produktivitas aktual alat berat sebagian besar menunjukkan angka yang lebih
kecil dibandingkan rencana, sehingga diperlukan upaya optimalisasi waktu siklus
dan manajemen alat di lapangan.
The
Prambanan–Gayamharjo Stage 2 Segment 1 road construction project aims to
connect various regions in Yogyakarta and Central Java. The project site is
predominantly composed of rocky slopes, making rock excavation one of the main
tasks. Excavation works experienced delays due to several field constraints
that affected the planned schedule.
This study aims
to evaluate the productivity of heavy equipment in excavation and embankment
works, as well as to identify the influencing factors. The analysis was carried
out by comparing the planned productivity with the actual productivity in the
field for three types of heavy equipment: backhoe excavator, breaker excavator,
and dump truck.
The results
show that the backhoe excavator, with a planned productivity of 64.82 m³/hour,
achieved actual productivity ranging from 45.77 to 68.29 m³/hour, where the
XCMG XE370CA type met the target while other types fell below the target. The
breaker excavator, with a planned productivity of 11.20 m³/hour, achieved
9.72–12.06 m³/hour, with the SANY SY215C type meeting the target. The dump
truck, with a planned productivity of 11.59 m³/hour, achieved only 5.78–6.11
m³/hour, indicating the need for performance improvement. Variations in
productivity were influenced by material conditions, operator skills, cycle
times, and loading queue delays. The actual productivity of most heavy
equipment was lower than the planned values, indicating the need for cycle time
optimization and improved equipment management on site.
Kata Kunci : Pembangunan Jalan, Alat Berat, Produktivitas Alat, Galian, Timbunan