Laporkan Masalah

Studi perubahan bentuk penggunaan lahan kecamatan Banjarsari dan Jebres kotamadya Surakarta : Analisa peta bentuk penggunaan lahan tahun 1983 dan 1988

Anik Arofah, Drs. Sukwardjono; Dra. Endang Saraswati, M.S.

1990 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Banjarsari dan Jebres Kotamadya Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengevaluasi kenampakan pada peta bentuk penggunaan lahan tahun 1983 dan 1988 Kecamatan Banjarsari dan Jebres Kotamadya Surakarta beserta perubahannya, (2) Mengkaji perubahan bentuk penggunaan lahan tahun 1983 hingga 1988 dan menilai keeratan hubungan dengan pertambahan penduduk melalui analisa peta dan uji statistik. Metode analisa yang digunakan adalah analisa peta dengan teknik tumpang tindih antara peta-peta yang dianalisa untuk mengetahui hubungan keruangan secara kualitatif. Analisa kuantitatif dilakukan melalui metode Court yang dilengkapi dengan uji statistik. Kedua analisa ini untuk mencari hubungan antara perubahan bentuk penggunaan lahan dan pertambahan jumlah penduduk. Untuk memperoleh gambaran yang jelas dari perubahan bentuk penggunaan lahan diadakan perhitungan luas pada peta perubahan bentuk penggunaan lahan dari hasill tumpang tindih antara peta bentuk penggunaan lahan tahun 1983 dan 1988. Evaluasi yang dilakukan pada peta bentuk penggunaan lahan tahun 1983 melalui foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 5 500 tahun 1983, sedangkan untuk peta tahun 1988 melalui uji lapangan dan wawancara bebas dengan pejabat instansi terkait maupun penduduk setempat. Langkah dalam evaluasi dengan membagi beberapa blok yang didasarkan pada unit administrasi perkalurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta skala 1: 10 000 dapat digunakan untuk menggambarkan persebaran bentuk penggunaan lahan beserta perubahannya dengan cukup rinci dan baik dalam arti generalisasi tidak terlalu besar. Pada peta perubahan bentuk penggunaan lahan menunjukkan bahwa selama 5 tahun terjadi perubahan yang sebagian besar dengan pendesakan terhadap agraris (lahan sawah dan tegalan) menjadi lahan non agraris. Dari beberapa jenis bentuk penggunaan lahan yang mengalami pertambahan luas, lahan permukiman mempunyai pertambahan luas paling besar diantara yang lainnya yaitu 225,51 ha atau sebesar 62,61%. Pertambahan tersebut berasal dari lahan sawah, tegalan, industri, rekreasi dan kuburan. Pertambahan penduduk dan perubahan bentuk penggunaan lahan, melalui analisa kualitatif dan kuantitatif diantara keduanya menunjukkan adanya hubungan bahwa semakin besar pertambahan penduduk semakin besar perubahan bentuk penggunaan lahan yang terjadi. Hal ini dapat dibuktikan melalui peta-peta yang dianalisa dengan teknik tumpang tindih. Kelurahan yang mempunyai pertambahan penduduk serta perubahan yang besar adalah Mojosongo, Kadipiro, Banyuanyar dan Sumber Daerah ini sampai saat ini masih mempunyai lahan agraris yang luas, sehingga oleh Pemerintah Daerah dijadikan sebagai daerah perkembangan dalam wilayah administrasi kota.

-

Kata Kunci : Bentuk perubahan penggunaan lahan,Jebres,Banjarsari,Kotamadya Surakarta,Jawa Tengah

  1. S1-1990-2450-Abstract.pdf  
  2. S1-1990-2450-Bibliography.pdf  
  3. S1-1990-2450-TableofContent.pdf  
  4. S1-1990-2450-Title.pdf