Laporkan Masalah

Analisis Persaingan Tidak Adil dan Predatory Pricing di E-Commerce: Studi Tentang Perlindungan Daya Saing UMKM Sektor Fesyen

Dikara Maitri Pradipta A, Media Wahyudi Askar, SIP., M.Sc., Ph.D

2025 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh UMKM sektor fesyen dalam e-commerce, khususnya terkait dengan praktik persaingan tidak adil dan predatory pricing, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah, khususnya Permendag Nomor 31 Tahun 2023, dalam melindungi UMKM. Penelitian ini menerapkan teori e-commerce diffusion dengan kerangka teknologi, organisasi, dan lingkungan (TOE), serta mengintegrasikan konsep competitive process dari Kahn (2017) dan analisis program kebijakan McConnell (2010).

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM menghadapi beberapa tantangan utama dalam aspek teknologi, organisasi, dan lingkungan. Tantangan tersebut dikategorikan ke dalam kerangka TOE serta menjelaskan hubungan tantangan tersebut dengan dominasi dari platform e-commerce. Selain itu, ditemukan adanya indikasi kuat praktik persaingan tidak adil seperti predatory pricing yang merugikan daya saing UMKM. Kebijakan pemerintah saat ini dianggap belum efektif karena implementasinya lambat, tidak merata, dan tidak menjawab akar masalah secara tuntas.

 

Penelitian ini merekomendasikan adanya penguatan regulasi untuk melindungi UMKM sektor fesyen, peningkatan pengawasan terhadap platform, serta pemberdayaan kapasitas UMKM secara lebih intensif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang dinamika persaingan di e-commerce dan memberikan panduan bagi kebijakan yang lebih efektif untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan adil bagi UMKM di Indonesia.

This study aims to identify the challenges faced by MSMEs in the fashion sector within e-commerce, particularly concerning unfair competition practices and predatory pricing, and to evaluate the effectiveness of government policies, specifically Minister of Trade Regulation No. 31 of 2023, in protecting MSMEs. The study applies the e-commerce diffusion theory using the Technology-Organization-Environment (TOE) framework and integrates the competitive process concept from Kahn (2017) along with McConnell's (2010) policy program analysis.
The findings indicate that MSMEs face several key challenges across technological, organizational, and environmental aspects. These challenges are categorized within the TOE framework and describe their relationship with the dominance of e-commerce platforms. Additionally, there is strong evidence of unfair competition practices such as predatory pricing, which harms the competitiveness of MSMEs. Current government policies are deemed ineffective due to slow implementation, uneven application, and failure to address the root causes comprehensively.


This study recommends strengthening regulations to protect MSMEs in the fashion sector, increasing oversight of e-commerce platforms, and empowering MSMEs through more intensive and sustainable capacity building. Thus, this research contributes to a better understanding of competition dynamics in e-commerce and provides guidance for more effective policies to create a healthy and fair business ecosystem for MSMEs in Indonesia.

Kata Kunci : UMKM sektor fesyen, e-commerce, predatory pricing, persaingan tidak adil

  1. S2-2025-525860-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525860-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525860-tableofcontent.pdf