Status Imun Pada Pria Terhadap Infeksi Virus Herpes Simpleks di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 1997 – 1998
Corry I. A. Oktarien, dr. Praseno
1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERANHasil studi sero-epidemiologi menunjukkan bahwa prevalensi penyakit herpes simpleks meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini menjadi bahan penyelidikan para ahli karena insidensinya yang cepat meningkat, sifat penyakitnya yang sukar diberantas, sering kambuh dan komplikasi yang ditimbulkannya cukup berat. Namun demikian, penelitian tentang prevalensi virus herpes simpleks di ,Indonesia masih sangat jarang dilakukan. Karena itulah dilakukan penelitian untuk mengetahui garnbaran status imun masyarakat terhadap infeksi virus herpes simpleks. Sebanyak 50 sampel digunakan pada penelitian ini. Sampel berasal dari darah pria yang berkunjung ke RSUP Dr. Sardjito dengan kisaran usia antara 21 sampai 74 tahun. Darah yang diperoleh kemudian diarnbil serumnya dan dilakukan uji serologi terhadap anti HSV Ig G dan Ig M. Pengamatannya dilihat dengan menggunakan mikroskop imunofluorosensi dengan hasil positif berupa sel yang berwarna hijau terang. Evaluasi hasil penelitian dilakukan secara deskriptif, yaitu data disajikan dalam bentuk tabel yang berisi jumlah subyek seropositif atau seronegatif berdasarkan umur subyek. Dari tabel itulah dapat diketahui presentasi subyek yang positif dan negatif. Dari 50 subyek, terdapat 8 subyek (16%) dengan hasil seropositif dan 42 sampel (84%) dengan hasil seronegatif. Sebanyak 5 orang ( 10%) berada dalam infeksi laten, sedang 3 orang (6%) berada dalam infeksi primer atau rekuren. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa status imun pria yang berkunjung ke RSUP Dr. Sardjito adalah infeksi primer atau rekuren, yaitu dengan positifnya anti HSV Ig G dan Ig M, dan infeksi laten, yaitu dengan positifnya anti HSV Ig G.
Kata Kunci : Penyakit, Virus Herpes Simpleks, RSUP Dr. Sardjito