Laporkan Masalah

Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Siswa Primagama Yogyakarta yang Pernah Gagal UMPTN dan Belum Tahun Ajaran 1997/1998

Nur Cahyaningsih, dr. Moetrarsi SKF, DTM & H, DAJ

1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Kecemasan sering terjadi jika ada hal yang menekan kehidupan. Berbagai problema dalam kehidupan dapat menimbulkan kecemasan ini. Bagi pelajar kegagalan studi, atau kesempatan belajar merupakan problema tersendiri yang harus diatasi. Kegagalan UMPTN bagi seorang siswa tentu merupakan hal yang menekan kehidupan, sehingga menirnbulkan apa yang disebut dengan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa Primagama Yogyakarta dalam menghadapi UMPTN 1998 dan mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara siswa yang pernah gagal UMPTN dengan siswa yang belum pernah mengikutinya tanpa membedakan jenis kelamin.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional non experimental dengan data primer berupa kuesoner. Subyek penelitian adalah siswa Primagama Yogyakarta yang sedang mengikuti birnbingan tes untuk mempersiapkan UMPTN 1998 tahun ajaran 1997/1998 sejumlah 100 orang, yang terbagi menjadi 50 siswa yang pernah gagal UMPTN dan 50 siswa yang belum pernah mengikuti UMPTN. Pengambilan data menggunakan kuesoner yang terdiri dari tes L-MMPI untuk mengukur kejujuran subyek dan tes TMAS untuk mengetahui tingkat kecemasan. Subyek dengan skor L-MMPI ? 10 dinyatakan gugur, sedang untuk TMAS digunakan nilai ? 22 agar dapat dikatakan "cemas". Dari penelitian didapatkan data, tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi UMPTN 1998 sebesar 62,96% (51 siswa).Selanjutnya dilakukan uji Chi-square untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara 2 kelompok subyek. Dengan derajat kebebasan ( dk ) = 1, taraf signifikans ( ? ) = 0.05, nilai X² tabel 3,84. Sedangkan untuk perbedaan tingkat kecemasan antara siswa yang pernah gagal UMPTN dengan siswa yang belum pernah mengikuti UMPTN, dengan frekuensi kecemasan siswa yang pernah gagal sebesar 58,82% (20 siswa), dan pada siswa yang belum pernah mengikuti UMPTN sebesar 65,95% (31 siswa) diperoleh nilai X² sebesar 0,43. Walaupun terdapat perbedaan antara 2 kelompok subyek, tetapi karena nilai X² hasil lebih kecil daripada nilai X² tabeI, maka secara statistik perbedaan ini tidak bermakna.

Kata Kunci : Kecemasan, Siswa, UMPTN, Primagama

  1. S1-FKU_1999-NurCahyaningsih-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1999-NurCahyaningsih-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1999-NurCahyaningsih-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1999-NurCahyaningsih-Title.pdf