KEBERLANJUTAN USAHA TANI KAKAO DI KABUPATEN KULON PROGO
Annisa Indah Permatasari, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2025 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian
Usaha tani kakao memiliki potensi
untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan alternatif bagi petani di
Kabupaten Kulon Progo. Namun, keberlanjutan usaha tani kakao menghadapi
berbagai tantangan, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Penelitian
ini bertujuan untuk: (1) menganalisis keuntungan petani dari usaha tani kakao
di Kabupaten Kulon Progo; (2) mengkaji tingkat keberlanjutan usaha tani kakao
berdasarkan indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan berdasarkan persepsi
petani; dan (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usaha
tani kakao di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian dilakukan di Kapanewon
Girimulyo dan Kalibawang dengan jumlah responden sebanyak 60 petani kakao yang
dipilih menggunakan metode proportional random sampling. Data yang
digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan
meliputi analisis pendapatan dan keuntungan, indeks keberlanjutan dengan skala
likert, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
usaha tani kakao di Kabupaten Kulon Progo memberikan keuntungan bagi petani, dan
tingkat keberlanjutannya berada pada kategori sangat berkelanjutan. Dimensi
sosial menunjukkan nilai tertinggi, diikuti oleh dimensi lingkungan dan ekonomi.
Faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usaha tani kakao di antaranya
adalah pendapatan, program ekstensifikasi (replanting), serta jenis
produk kakao yang dijual. Petani yang menjual biji kakao dengan kondisi kering
memiliki peluang keberlanjutan usaha yang lebih baik. Selain itu, persepsi
petani terhadap keberlanjutan berperan penting dalam menentukan tingkat adopsi
praktik pertanian berkelanjutan. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan
kelembagaan, pelatihan berkelanjutan, serta akses terhadap pasar dan teknologi
dalam meningkatkan keberlanjutan usaha tani kakao di Kabupaten Kulon Progo.
Cocoa farming
has the potential to be developed as an alternative source of income for
farmers in Kulon Progo Regency. However, the sustainability of cocoa farming
faces various challenges, both economically, socially, and environmentally.
This study aims to: (1) analyze the benefits of cocoa farming for farmers in
Kulon Progo Regency; (2) assess the sustainability of cocoa farming based on
economic, social, and environmental indicators as perceived by farmers; and (3)
analyze the factors that influence the sustainability of cocoa farming in Kulon
Progo Regency. The study was conducted in Girimulyo and Kalibawang
sub-districts with 60 cocoa farmers selected using proportional random
sampling. The data used consisted of primary and secondary data. The analysis
methods included income and profit analysis, a sustainability index using a
Likert scale, and multiple linear regression analysis. The results of the study
indicate that cocoa farming in Kulon Progo Regency provides benefits for
farmers, and its sustainability level is categorized as highly sustainable. The
social dimension shows the highest value, followed by the environmental and
economic dimensions. Factors influencing the sustainability of cocoa farming
include income, extension programs (replanting), and the type of cocoa products
sold. Farmers who sell their cocoa beans in dry conditions have better business
sustainability. Additionally, farmers' perceptions of sustainability play a
crucial role in determining the adoption rate of sustainable agricultural
practices. These findings emphasize the importance of institutional support,
continuous training, and access to markets and technology in enhancing the
sustainability of cocoa farming in Kulon Progo District.
Kata Kunci : keberlanjutan, usaha tani kakao, persepsi petani.