Kajian Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Melalui Program Bank Sampah dan Relevansinya dengan Penerapan Ekonomi Sirkular di Kota Yogyakarta
Amalia Nurrahma Dwi Farrasy, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A. ;
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pariwisata, kota pelajar, kota budaya,
dan kota historis dengan tingginya tingkat urbanisasi yang semakin menambah
kompleksitas aktivitas manusia di dalamnya. Fenomena tersebut membawa dampak
pada perubahan jenis, komposisi, dan jumlah timbulan sampah di Kota Yogyakarta.
Permasalahan sampah mencapai puncaknya ketika terjadi fenomena ”Jogja Darurat
Sampah” yang ditandai oleh penutupan TPA Regional Piyungan diikuti kebijakan
desentralisasi pengelolaan sampah pada setiap kabupaten/kota di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Dengan demikian, Pemerintah Kota Yogyakarta mempertegas
upaya pengelolaan sampah mandiri yang melibatkan partisipasi masyarakat melalui
berbagai program, khususnya bank sampah.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mengetahui
praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program bank sampah di
Kota Yogyakarta; (2)mengkaji relevansi pengelolaan sampah berbasis masyarakat
melalui bank sampah terhadap penerapan ekonomi sirkular di Kota Yogyakarta; dan
(3)merumuskan strategi pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat
melalui bank sampah untuk mendukung kebijakan ekonomi sirkular di Kota
Yogyakarta. Penelitian dilakukan menggunakan metode campuran (mixed method)
yakni penelitian kuantitatif disertai kualitatif melalui metode survei. Teknik
pengolahan data dilakukan terhadap data primer dan data sekunder dengan melibatkan
metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada unit analisis bank sampah
terhadap sejumlah 115 sampel bank sampah yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan pertimbangan pengkelasan bank sampah
berdasarkan karakteristik dan tingkat perkembangannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlangsungan bank sampah di Kota
Yogyakarta melibatkan kelembagaan pengelolaan sampah tingkat wilayah yang
terintegrasi dan didorong oleh partisipasi masyarakat. Penerapan ekonomi
sirkular pada bank sampah direpresentasikan melalui penerapan konsep 5R (reduce, reuse, recycle, refurbish, dan renew) dalam pengelolaan sampah. Setiap bank sampah, baik pada kelas
pembina, inovatif, reguler, pembinaan, dan baru memiliki pilihan prioritas strategi
pengelolaan sampah meliputi beberapa faktor penting secara berurutan yakni faktor
ekonomi, tata kelola, fisik, lingkungan, dan sosial. Secara spesifik, setiap
faktor memuat beberapa sub-faktor pembentuk yang relevan.
Yogyakarta City is
known as a tourism city, student city, cultural city, and historical city with
a high level of urbanization that increasingly adds to the complexity of human
activities in it. This phenomenon has an impact on changes in the type, composition,
and amount of waste generated in Yogyakarta City. The waste problem reached its
peak when the "Jogja Waste Emergency" phenomenon occurred, which was
marked by the closure of the Piyungan Regional TPA followed by a policy of
decentralizing waste management in each district/city in the Special Region of
Yogyakarta Province. Thus, the Yogyakarta City Government emphasized
independent waste management efforts that involved community participation
through various programs, especially waste banks.
This study aims to:
(1) determine the practice of community-based waste management through the
waste bank program in Yogyakarta City; (2) examine the relevance of
community-based waste management through waste banks to the implementation of a
circular economy in Yogyakarta City; and (3) formulate a strategy for
developing community-based waste management through waste banks to support the
circular economy policy in Yogyakarta City. The study was conducted using a
mixed method, namely quantitative research accompanied by qualitative research
through the survey method. Data processing techniques were carried out on
primary and secondary data by involving the Analytical Hierarchy Process (AHP)
method on the waste bank analysis unit of 115 waste bank samples selected using
the proportionate stratified random sampling technique with consideration of
waste bank classification based on characteristics and level of development.
The
results of the study indicate that the sustainability of waste banks in the
city of Yogyakarta involves integrated regional waste management institutions
and is driven by community participation. The implementation of a circular
economy to waste banks is represented through the application of the 5R concept
(reduce, reuse, recycle, refurbish, and renew) in waste management. Each waste
bank, whether in the foster, innovative, regular, foster, and new classes, has
a choice of priority waste management strategies covering several important
factors in sequence, namely economic, governance, physical, environmental, and
social factors. Specifically, each factor contains several relevant
sub-factors.
Kata Kunci : Bank Sampah, Ekonomi Sirkular, Strategi Pengelolaan Sampah