Laporkan Masalah

Pengayakan Vanadium pada Pasir Besi Pantai Glagah melalui Pemisahan Fisik dengan Hydrocyclone dan Leaching Asam Klorida

Gede Permana Rakasiwi, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D.; Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perolehan logam vanadium (V) dari pasir besi Pantai Glagah melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan tahapan pemisahan fisik menggunakan hydrocyclone, aktivasi termokimia melalui proses roasting dengan penambahan Na2CO3, serta pelindian (leaching) menggunakan larutan HCl. Tahap awal pemisahan fisik dengan hydrocyclone berhasil mengkonsentrasikan fraksi mineral berat yang kaya akan kandungan vanadium, sehingga meningkatkan efektivitas tahap selanjutnya. Proses roasting pada suhu 750 °C dengan penambahan massa Na2COsebesar 25?ri masa sampel pasir besi berhasil mengubah senyawa vanadium menjadi bentuk natrium vanadat (NaVO3) yang lebih mudah larut. Optimasi proses leaching dilakukan dengan memvariasikan empat parameter utama, yaitu konsentrasi HCl (1–4 M), suhu (70–110 °C), waktu (60–240 min), dan rasio solid-to-liquid (1:5–1:25 g/mL). Hasil terbaik diperoleh pada kondisi HCl 4M, suhu 90 °C, waktu 120 min, dan rasio S/L 1:15 g/mL. Pada kondisi ini, diperoleh kadar vanadium terlarut sebesar 997 ppm, efisiensi leaching mencapai 88,50%, dan komposisi V2O5 dalam residu padatan sebesar 2,01%. Secara keseluruhan, kombinasi proses hydrocycloneroastingleaching terbukti efektif dan selektif dalam mengekstraksi vanadium dari pasir besi berkadar rendah, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai metode alternatif yang efisien dan aplikatif dalam pengolahan sumber daya mineral lokal.

This study aims to enhance the recovery of vanadium (V) from Glagah Beach iron sand through an integrated approach involving physical separation using a hydrocyclone, thermochemical activation via roasting with Na2COaddition, and leaching using hydrochloric acid solution. The initial physical separation stage using a hydrocyclone successfully concentrated the heavy mineral fraction enriched in vanadium content, thereby improving the effectiveness of the subsequent stages. Roasting at 750 °C with the addition of 25% Na2CO3 (by weight of the iron sand sample) successfully converted vanadium compounds into sodium vanadate (NaVO3), which is more soluble. The leaching process was optimized by varying four key parameters: HCl concentration (1–4 M), temperature (70–110 °C), leaching time (60–240 min), and solid-to-liquid (S/L) ratio (1:5–1:25 g/mL). The optimum condition was achieved at 4 M HCl, 90 °C, 120 min, and an S/L ratio of 1:15. Under these conditions, the dissolved vanadium concentration reached 997 ppm, leaching efficiency was 88.50%, and the V2O5 composition in the solid residue was 2.01%. Overall, the combination of hydrocyclone–roasting–leaching processes proved to be effective and selective in extracting vanadium from low-grade iron sand, indicating its potential as an efficient and applicable alternative method for processing local mineral resources.

Kata Kunci : HCl, hydrocyclone, leaching, pasir besi, roasting, vanadium

  1. S2-2025-512027-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512027-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512027-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512027-title.pdf