RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT SEBELUM TERAPI SEBAGAI FAKTOR PROGNOSTIK KESINTASAN PASIEN ANAK DENGAN LEUKEMIA MIELOBLASTIK AKUT
Yenni Radjali, dr. Bambang Ardianto, M.Sc, Ph.D, Sp.A(K); Dr. dr. Nurnaningsih, Sp.A(K); Prof. Dr. dr. Osman Sianipar, DMM., M.Sc., Sp.PK., Subsp.P.I.(K)., Subsp. Onk.K(K); dr. Suryono Yudha Patria, Ph.D, Sp.A(K); d
2025 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar
Belakang : Leukemia mieloblastik akut (LMA)
merupakan leukemia terbanyak kedua pada anak, namun angka harapan hidup di
negara berkembang masih rendah. Pemeriksaan sitogenetik yang penting untuk
stratifikasi risiko seringkali sulit diterapkan karena keterbatasan sumber
daya. Oleh karena itu, diperlukan parameter prognostik yang lebih sederhana
seperti rasio neutrofil limfosit (RNL), yang telah terbukti berkorelasi dengan
luaran klinis pada pasien dewasa, namun belum diteliti pada populasi anak.
Tujuan
: Menilai apakah nilai RNL sebelum kemoterapi berperan sebagai faktor
prognostik terhadap luaran kematian pada pasien anak dengan LMA non-M3.
Metode : Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif terhadap pasien anak usia 1–18 tahun dengan diagnosis LMA non-M3 de novo yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito selama periode Januari 2018 hingga April 2024. Analisis kesintasan dilakukan menggunakan metode Kaplan-Meier, sedangkan analisis faktor prognostik dilakukan dengan regresi Cox univariat dan multivariat. Nilai p < 0>
Hasil : Dari 61 pasien yang dianalisis, 49 pasien (80,3%) memiliki nilai RNL <2>Kaplan-Meier, p = 0,593), dengan median OS masing-masing 4,9 bulan (RNL <2 xss=removed xss=removed>
Simpulan : RNL sebelum kemoterapi tidak terbukti sebagai faktor prognostik terhadap kesintasan satu tahun pada anak dengan LMA non-M3. Namun demikian, usia dan infeksi aktif sebelum kemoterapi menunjukkan potensi sebagai indikator klinis penting yang perlu diperhatikan dalam evaluasi risiko pasien.
Background : Acute
myeloid leukemia (AML) is the second most common type of leukemia in children,
yet survival rates remain low in developing countries. Although cytogenetic
testing plays a crucial role in risk stratification, its implementation is
often limited by resource constraints. The neutrophil-to-lymphocyte ratio
(NLR), a marker of systemic inflammation, has been associated with outcomes in
adult AML, but its prognostic value in pediatric AML remains unexplored.
Objectives : To
determine whether pre-chemotherapy NLR serves as a prognostic factor for
mortality in children with non-M3 AML.
Methods : This retrospective cohort study included pediatric patients aged 1–18 years with newly diagnosed non-M3 AML who received treatment at Dr. Sardjito General Hospital from January 2018 to April 2024. Survival analysis was performed using the Kaplan-Meier method, and prognostic factors were evaluated using univariate and multivariate Cox regression. A p-value < 0>
Results : Of the 61 patients included, 49 (80.3%) had NLR <2 xss=removed xss=removed xss=removed>
Conclusion : Pre-treatment NLR was not a significant prognostic factor for one-year survival in pediatric non-M3 AML. Nonetheless, age and pre-chemotherapy infection may represent important clinical indicators and should be considered in risk assessment and therapeutic decision-making.
Kata Kunci : LMA, RNL, kematian, relaps, kegagalan mencapai CR / AML, NLR, death, relapse, failure to achieve CR