Pengaruh Pemberian Kalam (Kompos, Arang, Lindi, Abu dan Mikroba) terhadap Pertumbuhan dan Kadar Hara Makro Tanaman Chicorium intybus L. pada Regrowth Ketiga di Ultisol Terbanggi Besar, Lampung
Calista Rizka Putri Arindra, Dr. Agr. Cahyo Wulandari, S.P., M.P. ; Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P.
2025 | Skripsi | ILMU TANAH
Kalam tersusun dari bahan baku bersifat organik ramah lingkungan meliputi kompos, arang, lindi/pupuk organik cair (POC), abu dan mikroba yang mampu membenahi sifat kimia tanah dengan minim kandungan hara seperti Ultisol. Keterbatasan sediaan hara makro esensial di Ultisol menjadi permasalahan dalam mensuplai kebutuhan hara yang diperlukan tanaman Chicorium intybus selama proses pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian Kalam terhadap perubahan sifat kimia tanah Ultisol dan pertumbuhan Chicorium intybus serta kadar hara yang tersimpan di dalamnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pengambilan sampel dan pengamatan dilakukan di lahan Chicorium intybus pada bulan September hingga Desember 2024. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) dengan total 25 unit percobaan yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Taraf perlakuan yang diberikan meliputi KLM0 (Kontrol) dan keempat dosis Kalam (KLM) yang terdiri dari KLM5 (5 ton/ha), KLM10 (10 ton/ha), KLM15 (15 ton/ha) dan KLM20 (20 ton/ha). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA untuk melihat signifikansi pengaruh Kalam yang telah diaplikasikan kemudian diuji lanjut menggunakan DMRT (Duncan's Multiple Range Test). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Kalam signifikan terhadap sifat kimia tanah pH H2O, KPK, C-Organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, Ca-tersedia dan Mg-tersedia. Perlakuan Kalam juga mampu meningkatkan pertumbuhan Chicorium intybus pada regrowth ketiga jika dibandingkan dengan regrowth kedua dengan parameter pengamatan pertumbuhan yang signifikan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat segar daun dan berat segar total tanaman. Pengaruh Kalam yang diberikan terhadap kadar hara makro esensial dan serapan hara tanaman memiliki hasil yang berbeda nyata antara kontrol dengan perlakuan dosis Kalam pada tiap parameter hara.
Kalam is an environmentally friendly organic amendment composed of compost, charcoal, liquid organic fertilizer (LOF), ash, and beneficial microbes, which collectively enhance the chemical properties of nutrient-deficient soils such as Ultisols. The inherently low availability of essential macronutrients in Ultisols presents a significant constraint in fulfilling the nutritional requirements of Cichorium intybus throughout its growth cycle. This study aimed to investigate the effects of Kalam application on the chemical properties of Ultisol, the growth performance of Cichorium intybus, and the accumulation of nutrient content within the plant. The research was conducted in Terbanggi Besar Subdistrict, Central Lampung Regency, Lampung Province, from September to December 2024. A Randomized Complete Block Design (RCBD) was employed, comprising 25 experimental units with five treatment levels and five replications. The treatments included KLM0 (control) and four Kalam dosages: KLM5 (5 tons/ha), KLM10 (10 tons/ha), KLM15 (15 tons/ha), and KLM20 (20 tons/ha). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to assess significant differences among treatments. The findings revealed that Kalam application had a statistically significant effect on several soil chemical properties, including pH (H2O), cation exchange capacity (CEC), organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), available phosphorus (P), available potassium (K), calcium (Ca), and magnesium (Mg). Furthermore, Kalam significantly enhanced the growth of Cichorium intybus during the third regrowth phase compared to the second, as indicated by increases in plant height, leaf number, root length, leaf fresh weight, and total fresh biomass. The application of Kalam also resulted in significant differences in both essential macronutrient content and nutrient uptake between the control and treated plots across all measured parameters.
Kata Kunci : Ultisol, KALAM, Chicorium intybus, Regrowth, Hara Makro