Dinamika Peran Sektor Industri Terhadap Perekonomian Kabupaten Kota di Pulau Sumatera
Razieq Hasan. A, Prof. Dr. Luthfi Muta'ali, S.Si, M.T.
2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Pulau Sumatera memiliki potensi industri yang besar untuk menopang perekonomian daerah. Potensi industri yang besar tersebut didukung oleh posisi geografis strategis Pulau Sumatera yang terletak di Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia. Selain itu, Pulau Sumatera memiliki kekayaan sumber daya alam terutama pada bidang pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Semua potensi inilah yang dapat dijadikan modal dalam pengembangan industri agar dapat lebih dapat bersaing sampai tingkat nasional. Namun pengembangan industri di Pulau Sumatera masih terdapat beberapa kendala, salah satunya masih kurangnya infrastruktur penunjang industri terutama di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dinamika perkembangan industri di setiap kabupaten kota di Pulau Sumatera; menganalisis pola spasial persebaran industri kabupaten/kota di Pulau Sumatera; menyusun arahan dan strategi kebijakan pengembangan industri kabupaten/kota di Pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan data PDRB sektor industri tahun 2014-2023 dengan unit analisis 154 kabupaten/kota di Pulau Sumatera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, indeks moran, LISA, tipologi wilayah, dan analisis SWOT. Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk peta dan tabel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas kabupaten/kota di Pulau Sumatera mengalami pengurangan kontribusi industri terhadap perekonomian. Dari tahun 2014-2023, terdapat 60 kabupaten/kota mengalami peningkatan dinamika industri, 3 kabupaten/kota stagnan, dan 91 kabupaten/kota mengalami penurunan. Pola persebaran industri berdasarkan kontribusi industri dan dinamika industri di Pulau Sumatera bersifat mengelompok memiliki autokorelasi spasial positif. Kemudian strategi pengembangan disusun berdasarkan tipologi wilayah. Tipologi dibuat berdasarkan perubahan kontribusi industri (naik/turun) dengan klasifikasi dinamika industri (rendah, sedang, dan tinggi). Berdasarkan analisis tipologi wilayah, di Pulau Sumatera terdapat 6 tipe wilayah. Tipe wilayah I (26 kabupaten/kota), Tipe wilayah II (26 kabupaten/kota). Tipe Wilayah III (19 kabupaten/kota) Tipe wilayah IV (32 kabupaten/kota), Tipe V wilayah (18 kabupaten/kota), Tipe wilayah VI (33 kabupaten/kota).
Sumatera
Island has great industrial potential to support regional economic development.
This large industrial potential is supported by Sumatera's strategic
geographical position in the Malacca Strait, which is one of the busiest
international shipping routes in the world. In addition, Sumatera has abundant
natural resources, especially in agriculture, plantations, and mining. All of
this potential can be used as capital for developing the industrial sector to
be more competitive at the national level. However, industrial development in Sumatera
still faces several obstacles, one of which is the lack of
industrial-supporting infrastructure, especially in the central and southern
regions of Sumatera.
The
aim of this study is to analyze the dynamics of industrial development in each
districts/city in Sumatera Island; to analyze the spatial pattern of industrial
distribution across districts /cities; and to formulate policy directions and
strategies for regional industrial development. This research uses industrial
sector GRDP data from 2014–2023 with 154 districts/cities as the unit of
analysis. The methods used in this research include quantitative descriptive
analysis, Moran's Index, LISA, regional typology, and SWOT analysis. The
results are presented in the form of maps and tables.
The
results of this study show that the majority of districts/cities in Sumatera
experienced a decrease in industrial contribution to the economy. From 2014 to
2023, there were 60 districts/cities with increasing industrial dynamics, 3
districts/cities stable dynamics, and 91 districts/cities decreasing dynamics.
The industrial distribution pattern in Sumatera based on industrial contibution
and dynamics industrial is clustered and shows positive spatial
autocorrelation. Subsequently, development strategies are formulated based on
regional typology. The typology is created based on changes in industrial
contribution (increase/decrease) with industrial dynamics classification (low,
medium, and high) Based on the regional typology analysis, there are four types
of regions in Sumatera: Type I (26 districts /cities), Type II (26
districts/cities), Type III (19 districts /cities), and Type IV (32
districts/cities), Type V (18 districts/cities), Type VI (33 districts/cities)
Kata Kunci : dinamika industri, pola spasial, rekomendasi dan strategi pengembangan industri