Laporkan Masalah

Hubungan Antara Perceraian Orang Tua Dengan Terjadinya Depresi Remaja Pelajar di SMA N III dan SMA "17" I Yogyakarta

Linda Rosita, Dr. dr. Soewadi, MPH ; dr. Moetrarsi, DAJ

1993 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perceraian orang tua dengan terjadinya depresi pada remaja pelajar. Depresi merupakan penyakit jiwa efektif dengan gejala utama sedih. Kesedihan pada penderita depresi mempunyai intensitas yang tinggi dan berlangsung lama. Keadaan tersebut bila dialami remaja akhirnya akan menimbulkan hambatan belajar dan sukar untuk berprestasi. Sedangkan perceraian orang tua dapat menjadi salah satu sumber untuk terjadinya depresi. Perkawinan yang didalamnya diliputi keharmonisan antar anggota keluarga akan lebih menjamin perkembangan jiwa anak dalam kehidupannya. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMA Negeri III dan SMA “17” I Yogyakarta, kelas II tahun ajaran 1992/1993. Penetapan terjadinya depresi dengan Inventori Depresi Remaja (IDR), dan menetapkan perceraian atau kehidupan perkawinan orang tua dengan daftar pertanyaan tentanf identitas pribadi yang dikontrol dengan skala kebohongan (MMPI). Dari 302 responden, 240 yang dapat diikutsertakan dalam penelitian ini, terdiri atas 65 orang (27,08%) dengan depresi, dan 175 orang (72,92%) tidak depresi. Penelitian ini menunjukkan 18 orang (7,50%) yang orang tuanya bercerai. Data-data tersebut diuji dengan tes Chi Kuadrat, didapatkan X2 hitung = 4,07 ; X2 tabel = 5,99 dan p>0,05. Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan antara perceraian orang tua dengan depresi remaja pelajar. Dari 240 subyek terdiri atas 24 orang (10,00%) mengalami depresi, yang kehidupan perkawinan orang tuanya harmonis, dan kelompok orang tuanya sering bertengkar mengalami depresi sebesar 24 orang (10,00%); kelompok lainnya sebesar 17 orang (27,08%). Setelah diuji dengan tes Chi Kuadrat didapatkan X2 hitung = 15,22%; X2 tabel = 5,99 dengan p<0,05 dan C=0,13. Hal ini menunjukkan ada hubungan antara kehidupan perkawinan orang tua dengan terjadinya depresi. Subyek penelitian ini terdiri atas 133 pria dan 107 wanita. Dari 133 pria, yang depresi 37 orang (55,42%), dan depresi pada wanita 28 orang (11,67%). Perbedaan terjadinya depresi pada pria dan wanita ini, diuji dengan tes Chi Kuadrat dan dilanjutkan X2 hitung = 0,08 dengan p > 0,05. Berarti tidak ada perbedaan yang bermakna terjadinya depresi pada pria dan wanita. Dengan terjadinya depresi pada remaja pelajar, sebagai generasi penerus bangsa, maka perlu dilakukan bimbingan, konseling tentang permasalahan yang dihadapi remaja dan perlunya upaya untuk membuat kehidupan perkawinan agar harmonis dan sejahteran. Selain itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor yang mempengaruhi terjadinya depresi pada remaja pelajar.

Kata Kunci : depresi, remaja, perceraian

  1. S1-FKU-1993-LindaRosita-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1993-LindaRosita-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1993-LindaRosita-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1993-LindaRosita-Title.pdf