Discourse Analysis of English Beauty Brands' Taglines in Indonesia: Structure, Function, and Meaning
Ulfa Ichwan Yunus, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini mengkaji representasi wacana yang terkandung dalam tagline merek-merek kecantikan di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada struktur linguistik, fungsi, dan makna tagline bahasa Inggris, terutama yang ditampilkan pada logo merek dan deskripsi bio-Instagram. Sebanyak 100 tagline berbahasa Inggris dianalisis, dan ditemukan sebanyak 19 tagline yang bersumber dari logo merek kecantikan dan 81 tagline berasal dari deskripsi bio-Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi dan menginterpretasikan fenomena linguistik secara mendalam. Pendekatan kualitatif deskriptif memungkinkan untuk melakukan analisis rinci terhadap fitur dan makna bahasa. Melalui metode ini, penelitian ini secara sistematis menggambarkan, menginterpretasikan, dan menjelaskan pola wacana yang diamati dalam tagline merek kecantikan, yang bertujuan untuk mengungkap bagaimana bahasa digunakan untuk membangun pesan dan mempengaruhi persepsi konsumen. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teori Systemic Functional Linguistics (SFL) dari Halliday (2004) untuk mengeksplorasi struktur linguistik dari tagline merek kecantikan, sementara teori tindak tutur dari Searle (1979) digunakan untuk memeriksa bagaimana pesan dikonstruksikan dan tujuan komunikatif dari tagline. Selain itu, teori Leech (1981) tentang tujuh jenis makna dan teori bahasa evaluatif Martin & White (2005) digunakan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan fitur-fitur semantik dalam tagline merek kecantikan. Temuan ini mengungkapkan bahwa klausa imperatif adalah struktur linguistik yang paling sering digunakan dalam tagline berbahasa Inggris dari merek kecantikan. Tindak tutur direktif mendominasi sebagai fungsi komunikatif utama dalam tagline ini. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa makna konseptual dan konotatif adalah jenis makna yang paling menonjol yang ditemukan diseluruh tagline merek kecantikan. Hasil penelitian ini menyoroti bagaimana bahasa digunakan secara strategis dalam tagline merek kecantikan untuk membangun pesan persuasif dan membentuk sikap konsumen dalam membeli produk kecantikan yang sesuai dengan kondisi kulit mereka.
This research examines the discourse representations embodied in the taglines of beauty brands in Indonesia. The study focuses on the linguistic structures, functions, and semantic features of English taglines, particularly those featured in brand logos and Instagram bio descriptions. A total of 100 English taglines were analyzed. Of these, 19 were found from beauty brand logos, while the remaining 81 were obtained from Instagram bio descriptions. This research employs a descriptive qualitative method appropriate for exploring and interpreting linguistic phenomena in depth. The descriptive qualitative approach allows a detailed analysis of linguistic features and meanings. Through this method, the research systematically describes, interprets, and explains the discourse patterns observed in beauty brand taglines, aiming to uncover how language is used to construct messages and influence consumer perceptions. The data were examined using Halliday’s (2004) Systemic Functional Linguistics (SFL) to explore the linguistic structures of the beauty brands’ taglines, while Searle’s (1979) speech act theory was employed to examine how messages are constructed and the communicative purposes of the taglines. Additionally, Leech’s (1981) theory of seven types of meanings and Martin & White’s (2005) evaluative language theory were utilized to identify and explain the semantic features in the beauty brands’ taglines. The findings reveal that the imperative clause is the most frequently used linguistic structure in English beauty brand taglines. Directive speech acts dominate as the primary communicative function within these taglines. Moreover, the analysis indicates that conceptual and connotative meanings are the most prominent types of meaning found across beauty brands’ taglines. These results highlight how language is strategically employed in beauty brands’ taglines to construct persuasive messages and shape consumers’ attitudes in purchasing beauty products that are appropriate for their skin condition.
Kata Kunci : discourse, English taglines, beauty brands, linguistic structures, functions, semantic meanings