LINKING ADVERBIALS IN ARGUMENTATIVE ESSAYS BY INDONESIAN EFL LEARNERS
Dina Agil Pangestuti, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Penggunaan kata keterangan penghubung
merupakan salah satu alat untuk meningkatkan kohesi dan koherensi dalam teks.
Unsur ini dapat membantu pembaca untuk mengikuti alur pemikiran penulis secara
lebih sistematis. Namun, dalam penulisan akademik, khususnya bagi pemelajar
bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), penggunaan kata keterangan
penghubung kerap menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki
penggunaan kata keterangan penghubung dalam teks argumentatif oleh pelajar EFL
Indonesia, dengan fokus pada bentuk, posisi dalam kalimat, dan penggunaannya
berdasarkan kategori semantik yang dirumuskan oleh Biber et al. (1999). Data
dikumpulkan dari korpus daring ICNALE yang berisi teks-teks argumentatif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif
untuk menganalisis hasilnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelajar EFL
Indonesia lebih banyak menggunakan kata keterangan penghubung berbentuk kata
tunggal (single-word), dengan posisi awal kalimat
sebagai yang paling dominan, diikuti oleh posisi tengah Meskipun penggunaan
pada posisi akhir juga ditemukan, frekuensinya relatif rendah. Kategori kata
keterangan penghubung yang menunjukkan hasil atau akibat (result)
merupakan kategori yang cenderung paling banyak digunakan, dengan so
sebagai kata yang paling sering muncul dalam teks argumentatif tersebut. Uji
Chi-kuadrat tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara
kelompok siswa di level B1_1 dan B1_2 dalam penggunaan kata keterangan
penghubung. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa pola distribusi dan
penggunaannya cenderung serupa antar kelompok. Secara keseluruhan, penggunaan
kata keterangan penghubung oleh pelajar EFL Indonesia masih memerlukan
perbaikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi implikasi
pedagogis dalam pengajaran menulis akademik, khususnya dalam hal penggunaan
perangkat kohesif secara efektif.
Linking adverbials is one of the devices to enhance cohesion and coherence in a text. While linking adverbials help readers follow the flow of a text, their use often poses difficulties for EFL learners in academic writing. This study aims to investigate the use of linking adverbials in argumentative essays by Indonesian EFL learners, focusing on their forms, sentential position, and semantic function usage based on Biber et al.’s (1999) framework. The data source was drawn from the ICNALE web-based corpus, which contains a collection of argumentative essays. Descriptive qualitative and quantitative approaches were employed to analyze the data. The findings indicate that a single word linking adverbials are predominantly used by Indonesian EFL learners. The use of linking adverbials in the initial sentence position is the most frequently used, followed by the medial position, while the final position occurs less frequently. The result-linking adverbials emerged as the most commonly used category, with so being the most frequently occurring linking adverbial. The chi-squared test did not reveal a statistically significant difference between the B1_1 and B1_2 levels group. This may indicate that the distributions and usage of linking adverbials in argumentative writing are broadly comparable across groups. Overall, the use of linking adverbials by Indonesian students suggests that they still need improvement. Further, these results will hopefully be beneficial for pedagogy implications in teaching writing.
Kata Kunci : linking adverbials, Indonesian EFL Learners, ICANLE corpus, argumentative writing