Laporkan Masalah

BERITA PENDANAAN IBU KOTA NUSANTARA: ANALISIS PEMBINGKAIAN DI MEDIA THE JAKARTA POST DAN CHINA DAILY

Tri Wahyuni Apriyani, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Berita mengenai dana pembangunan Ibu Kota Nusantara menjadi topik yang mendapat perhatian luas dari media massa. Hal menimbulkan berbagai pandangan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Media berperan penting dalam menyampaikan narasi tertentu yang mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembingkaian di media The Jakarta Post dan China Daily dalam memberitakan pendanaan Ibu Kota Nusantara berdasarkan struktur bahasa yang digunakan. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mendeskripsikan konteks Ibu Kota Nusantara dikonstruksikan dalam wacana berita yang mencerminkan sudut pandang dan kepentingan masing-masing media. Data dalam penelitian ini berupa tiga artikel berita dari masing-masing media yang terbit pada bulan Agustus dan September 2024. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan pendanaan Ibu Kota Nusantara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model pembingkaian dari Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki (1993) yang mencakup empat struktur, yaitu struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa The Jakarta Post membingkai Ibu Kota Nusantara dengan menekankan aspek administratif mengenai investasi asing dan anggaran dengan melibatkan peran pemerintah. China Daily menyoroti Ibu Kota Nusantara sebagai warisan politik Presiden Jokowi dengan narasi harapan dan keberhasilan. The Jakarta Post mengkonstruksi konteks Ibu Kota Nusantara sebagai proyek ambisius yang memiliki keterbatasan anggaran dan implementasi, sedangkan China Daily mengkonstruksi sebagai keberhasilan Jokowi dan peluang ekonomi. Perbedaan ini merepresentasikan kepentingan masing-masing media dalam menarasikan proyek Ibu Kota Nusantara berdasarkan cara media membingkai isu anggaran.

Reports regarding the financing for the construction of Nusantara has become an interesting topic in the news media. This policy has sparked both positive and negative perspectives from the public. News media play a crucial role in conveying specific narratives that influence public perception of this policy. This study aims to analyze the framing in The Jakarta Post and China Daily regarding the reporting on the financing of the new capital city of Nusantara through the linguistic structures employed. In addition, this study also attempts to describe the context of Nusantara as constructed in news discourse reflecting viewpoints and interests of each media outlet. The data consisted of three news articles from each news media, published in August and September 2024. The selection of news articles was based on specific criteria relevant to the funding of the development of Nusantara. The data were analyzed using a framing model proposed by Zhongdang Pan and Gelard M, Kosicki (1993), which encompasses four structures, namely syntactic, script, thematic, and rhetorical. The result indicated that The Jakarta Post framed Nusantara by emphasizing administrative aspects related to foreign investment and budgeting, involving the role of the Indonesian government. In contrast, China Daily highlighted Nusantara as President Jokowi’s political legacy, using narratives of hope and success. The Jakarta Post constructed the context of Nusantara as an ambitious project with funding and implementation limitations, while China Daily presented it as Jokowi’s achievement and economic opportunity. These differences reflect the perspective interests of each news media in conveying the Nusantara project based on how they frame the budget issue.

 

Kata Kunci : wacana berita, pembingkaian media massa, pembangunan Nusantara

  1. S2-2025-526318-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526318-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526318-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526318-title.pdf